Banner Bawah

Perayaan Hari Kemerdekaan India Ke-79 di Bali, Prof Dibia Garap Seni dari Karya Ramayana dan Mahabharata

Admin - atnews

2025-08-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Perayaan Hari Kemerdekaan India Ke-79 di Bali, Prof Dibia Garap Seni dari Karya Ramayana dan Mahabharata
Perayaan Hari Kemerdekaan India Ke-79 (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Konsulat Jenderal India di Bali menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan India ke-79 di gedung Konsulat. 

Acara ini dihadiri olehanggota diaspora India, Sahabat India, termasuk pejabat pemerintah daerah, mahasiswa,akademisi, dan tokoh bisnis dari seluruh Bali.

Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram mengibarkan Bendera Nasional, diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan, yang menandai semangat patriotisme dan persatuan.

Direktur Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda (SVCC) Naveen Meghwal menyoroti hubungan abadi antara India dan Indonesia. 

Acara dilanjutkandengan pembacaan pesan dari Yang Terhormat Presiden India, Smt. Droupadi Murmu,kepada bangsa oleh Konsul Jenderal.Segmen budaya menampilkan pertunjukan tari fusion oleh siswi SVCC yangberkolaborasi dengan penari Bali dan lagu patriotik yang dibawakan oleh alumni ICCR, Jyothi dan teman-teman.

Perayaan ditutup dengan pengumuman untuk hidangan ringan, yang memungkinkan para tamu berinteraksi secara informal dan berbagi semangat perayaan. Acara ini menjadi ekspresi yang semarak akan kekayaan warisan budaya India dan ikatan persahabatan yangerat dengan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Guru Besar ISI Denpasar Prof I Wayan Dibia ikut mengucapkan Hari Kemerdekaan India ke-79. 

Setelah itu, Indonesia juga merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada tanggal 17 Agustus 2025.

Menurutnya, India memainkan peran penting dalam mendukung kemerdekaan Indonesia melalui pengakuan diplomatik, bantuan materi, dan dukungan dalam forum internasional.

India, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 2 September 1946. 

Selain itu, pihaknya aktif dalam melakukan garapan karya seni budaya mengambil karya-karya itihasa Ramayana dan Mahabharata. 

"Bagi Saya sendiri sebagai penggerak seni, banyak mengambil karya sastra India, baik Ramayana dan Mahabharata," pungkas Prof Dibia yang juga Peraih Padma Shri Award. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Lusia Ineke: Perjuangkan Perempuan dan Anak demi Masa Depan

Terpopuler

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas