Denpasar (Atnews) - Bank kebanggaan masyarakat(krama) Bali yakni Bank BPD, ditengah industri perbankan yang semakin kompleks, hingga saat ini, BPD terus menunjukkan ketangguhannya. Bahkan untuk ke-27 kalinya secara berturut turut, Bank BPD Bali mencatatkan prestasi luar biasa di Industri perbankan nasional. Dalam Versi Infobank 2025 Rating bank ini meraih predikat "sangat bagus".
"Pencapaian ini kami persembahkan untuk masyarakat Bali dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan Bank BPD Bali selama ini. Konsistensi kami dalam menjaga kualitas layanan, strategi yang tepat dan budaya kerja yang kami bangun dengan cinta dan tanggung jawab," ujar Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma,SH, M.H, kepada Atnews, Rabo(6/8/2025).
Mantan Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja ini, I Nyoman Sudharma mengatakan, dalam penilaian rating, Bank BPD Bali mencatatkan skor sempurna di aspek permodalan, rentabilitas dan efesiensi. Disamping itu, bank yang dipimpinnya juga mendapat nilai tinggi untuk aspek kualitas, aset, likuiditas, manajemen resiko dan penerapan good corporate dan governance(GCG).
Sedangkan pada tahun 2024, BPD Bali berhasil membukukan dan meraih bersih sebesar. Rp.878,47 miliard tumbuh 19 persen secara tahunan, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba bank umum nasional, yang hanya 4,88 %. Bank ini juga mencatatkan
pertumbuhan dana pihak ketiga(DKP) sebesar 15,10 % menjadi Rp.32,17 triliun jauh diatas rata- rata pertumbuhan industri yang tercatat 4,48%.
Dikonfirmasi Atnews lewat HP, Direktur Kredit Bank BPD Bali, I Made Lestara SE,MM, mengatakan, hingga akhir tuhun 2024, Bank BPD Bali berhasil menyalurkan kredit Rp.22,83 triliun pada tahun 2024, naik 7,94%. Capaian ini terus meningkat hingga semester pertama 2025 dengan pertumbuhan kredit mencapai Rp.24,14 triliun, atau naik 17,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara semesteran, kredit Bank BPD Bali tercatat tumbuh 9,73%, menunjukkan perfoma penyaluran yang konsisten dan berkualitas
.
Pertumbuhan itu dibarengi dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik, ter cermin dari rasio kredit bermasalah(non ferforming loan/NPL)gross 0,92%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang berada diangka 2,08%.
"Kami bahkan menjadi penyedia kartu kredit indonesia(KKI) segmen pemerintah yang mendukung transaksi digital dalam bentuk QRIS, kartu fisik, maupun online Payment,"
Ujar Lestara.
"Kami terus mendorong pertumbuhan kredit melalui penguatan sektor produktif, kemitraan strategis dalam ekosisten ratai pasok serta digitalisasii layanan kredit low risk untuk mempercepat penetrasi pasar," ujarnya
Bank BPD Bali, ungkap Lestara, juga menjadi pelopor digital transformation di level daerah dengan produk-produk digital seperti mobile banking, internet banking, Balipay(e-money), serta layanan berbasis QRIS, dan GPN yang mempermudah transaksi nasabah. Disisi lain Bank BPD Bali aktif mendukung digitalisasi pemerintahan daerah melalui layanan SP2D online, PHRI online, E-Samsat, Siskeudes hingga MPN G3.
Lestara yang mantan Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja ini menjelaskan, bahwa pemahaman mendalam terhadap karakteristik ekonomi lokal di Bali menjadi kekuatan utama Bank BPD Bali. "Kami memahami bahwa struktur perekonomian Bali, sangat tergantung pada sektor UMKM, Pariwisata, dan ekonomi kreatif, Oleh karena itu, penyaluran kredit kami selalu menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapagang termasuk menghadirkan program pembiayaan yang ramah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.
Kedepan, kata Lestara, BPD Bali akan terus memperkuat ekosistem digital, meningkatkan pembiayaan kesektor produktif dan UMKN, serta mendorong bisnis berkelanjutan berbasis teknologi.
"Keberhasilan kami menjaga kualitas kredit selama 27 tahun dengan predikat "sangat bagus" merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi seluruh jajaran. Kami akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, inovasi berkelanjutan, serta tetap fokus pada pembangunan ekonomi Bali," tandas pria asal Lumbanan, Sukasada, Buleleng ini. (WAN)
.