Oleh Prof I Gede Sutarya
Rsi Markendya adalah rsi atau pendeta yang terkenal, sebagai pembawa agama Hindu pertama ke Bali. Rsi ini disebutkan berasal dari Gunung Raung, Jawa Timur. Sebelum itu, rsi ini diceritakan berasal dari Dieng, Jawa Tengah. Beliau datang ke Bali dengan para pengikutnya untuk membangun desa dan tempat suci Hindu pertama yang bernama Besakih (Sejarah Bali, 2023). Banyak menduga beliau berasal dari India selatan, tetapi tidak ada keterangan pasti tentang asal-muasal beliau.
Asal-usul Rsi Markendya dijumpai dalam Ramayana. Padma Purana menjelaskan bahwa Shri Rama pernah mengunjungi pertapaan Rsi Markendya (Deshpande, 1951). Akan tetapi, kejadian Ramayana dengan kunjungan Rsi Markendya ke Bali berjarak terlalu jauh. Karena itu, Rsi Markendya ini tak mungkin mengunjungi Bali (Indonesia). Rsi yang berkunjung ke Indonesia, adalah garis perguruan Rsi Markendya yang kira-kira hidup pada sekitar abad ke-5 masehi, karena perdagangan India ke Indonesia masif dari abad ke-5 – 11 Masehi.
Berita awal perdagangan ini tercatat dalam Prasasti Yupa Kutai. Prasasti ini tidak memiliki angka tahun, tetapi diduga berasal dari abad ke-5 masehi. Prasasti ini menyebutkan silsilah raja-raja yang mulia yang berawal dari Kudunga, berputra Asvavarman. Asvavarman berputra Mulavarman (Wikipedea, 2025). Kudunga atau Kadungo disebutkan dalam catatan Dinasti Pandya, India selatan. Kadungo disebutkan pendiri Dinasti Pandya pada abad ke-6 – 7 Masehi (590 – 620 Masehi).
Kadungo memiliki pengganti bernama Maravarman, yang identik dengan Mulavarman, sedangkan nama Asvavarman tidak ditemukan dalam catatan Pandya ini (Sastri, 1958; Karashima, 2014). Berdasarkan perbandingan ini, Prasasti Yupa Kutai menceritakan penghormatan terhadap raja-raja dari Pandya, India selatan. Kutai sendiri berasal dari Bahasa Tamil yang berarti benteng (fort). Kutai aslinya tertulis Kottai (Glosbe, 2025).
Catatan ini menunjukkan migrasi orang-orang Pandya ke Kalimantan, Indonesia untuk membangun benteng-benteng perdagangan. Orang-orang Pandya ini merupakan orang-orang yang membangkitkan kembali kekuasaan Brahmana setelah menaklukan Raja Kalabhra yang anti-Brahmana (Karishima, 2014). Karena itu, migrasi orang-orang Pandya ini kemungkinan membawa Brahmana ke Kalimantan, tetapi catatan tentang nama Rsi Markendya tidak ditemukan dalam Prasasti Yupa Kutai.
Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Mulavarman telah melakukan perbuatan mulia dengan menyumbangkan emas dan ribuan sapi kepada Brahmana (Wikipedea, 2025). Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap Brahmana pada Bangsa Pandya, sehingga orang-orang Pandya kemungkinan bersama Brahmana ke Kalimantan.
Setelah catatan ini, Indonesia mencatatkan Prasasti Tarumanagara di Jawa Barat. Prasasti-prasasti ini menyebutkan Raja Purnavarman. Raja ini dipuja sebagai raja yang telah menggali Sungai Gomati (Wikipedea, 2025). Raja Purnavarman ini tidak ditemukan dalam silsilah raja-raja Pandya, tetapi keterangan tentang Sungai Gomati menunjukkan raja ini berkuasa pada wilayah Sungai Gomati.
Sungai Gomati ini berada di India, yaitu sungai yang memasuki Kota Lucknow yang merupakan Ibu Kota Negara Bagian Uttar Pradesh, India (Wikipedia, 2025).
Penguasa Uttar Pradesh, India pada sekitar abad ke-8 Masehi adalah Yasovarman, yang merupakan pendiri Dinasti Varman yang berkuasa pada Sungai Gomati, India (Mishra, 1977: Wikipedea, 2025).
Catatan pada Yasovarman ini tidak menemukan nama Purnavarman sebagai penguasa wilayah pada Sungai Gomati, India, tetapi memiliki kesamaan nama Dinasti. Karena itu, ada kemungkinan Purnavarman adalah pemimpin kelompok orang-orang dari Sungai Gomati yang membangun kota di Tarumanagara. Tarumanagara berarti Kota Taruma, bukan kerajaan Taruma, sebab nagara artinya kota dalam Bahasa Sanskerta (Glosbe, 2025).
Migrasi orang-orang dari Sungai Gomati ini tidak memberikan keterangan tentang perpindahan Brahmana yang bernama Rsi Markendya, tetapi Pura Markendya Mahadeva berada pada pertemuan Sungai Ganga dan Gomati berlokasi Desa Kaithi, Varanasi.
Desa ini berada di tepi pertemuan Sungai Ganga dan Gomati (Divine India, 2025). Karena itu, nama Rsi Markendya rupanya dibawa dari perpindahan orang-orang dari Sungai Gomati ke Jawa Barat. Orang-orang ini menyusuri Sungai Gomati kemudian Sungai Ganga menuju Teluk Bengal, kemudian menyebrang ke Jawa.
Hal ini menunjukkan bukti kuat bahwa Rsi Markendya dibawa orang-orang Bangali ke Jawa Barat, Indonesia. Jawa Barat memiliki kisah tersendiri tentang Rsi Markendya.
Naskah Carita Parahyangan memuat tentang cerita Rsi Markandria yang berhubungan dengan pendirian Kerajaan Galuh, Jawa Barat (Historiana, 2025).
Rsi ini rupanya terus berpindah ke timur menuju Bali, sehingga budaya Sunda memiliki kesamaan dengan budaya Bali. Misal hari raya Galungan yang menunjuk Gunung Galunggung dan Kuningan menunjuk sebuah wilayah di Sunda (Sugi Lanus, 2021).
Sejarah dan mitologi ini menghubungkan kejadian yang menarik tentang pergerakan Rsi Markendya dari Sungai Gomati-India, Teluk Bengal, Jawa Barat, terakhir ke Bali.
Hal ini juga catatan migrasi orang-orang Bengali ke Indonesia pada sekitar abad ke-7 – 10 Masehi. Catatan ini menunjukkan bahwa guru-guru suci Hindu berpindah ke Indonesia bersamaan dengan migrasi penduduk India ke Indonesia, dalam usaha perdagangan rempah-rempah. Perdagangan ini yang membawa pergerakan agama, budaya, ekonomi dan politik.
*) Prof I Gede Sutarya, Dosen Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar