Kontradiktif; Debat Makin Panas, Cagub De Gadjah Kritik Kebijakan Koster Hilangkan Konsep SMA Bali Mandara Berasrama
Kontradiktif; Debat Makin Panas, Cagub De Gadjah Kritik Kebijakan Koster Hilangkan Konsep SMA Bali Mandara Berasrama
Admin -
atnews
2024-11-10
Bagikan :
Debat Kedua Pilkada Bali (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Debat Pilkada Bali putaran kedua berlangsung semakin panas berlangsung di The Meru, Sanur, pada Sabtu (9/11/2024).
Acara itu mengusung tema “Menyikapi Dinamika Otonomi Daerah di Bali”. Dalam debat tersebut, calon Gubernur Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya dikenal De Gadjah sempat mengkritik kebijakan calon Gubernur Bali, nomor urut 2, Wayan Koster.
Mengingat kedua pasangan calon saling sindir dan saling kritik. Cagub Bali De Gadjah mengkritik kebijakan calon Gubernur Bali Wayan Koster yang menghilangkan konsep SMA Bali Mandara berasrama saat ia menjabat Gubernur Bali periode 2018-2023.
Sekolah itu memiliki sistem asrama dan diperuntukkan bagi anak-anak miskin yang tidak mampu sekolah karena alasan biaya transportasi. Program dibangun ketika kepemimpinan Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali dua periode 2008-2018.
Namun, kini saat Pilkada Bali 2024 pasangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta justru menjadikan sekolah itu menjadi program kerja. Bahkan, akan membangun di setiap kabupaten/kota di Bali.
De Gadjah menilai hal itu sangat kontradiktif. Sebab saat masih menjabat, calon Gubernur Bali Wayan Koster justru menghapus konsep berasrama SMA Bali Mandara. Saat itu Koster beralasan pemerataan anggaran bagi siswa miskin.
“Pertanyaanya bagaimana sikap politik paslon 02 apakah tetap menolak seperti dilakukan cagubnya saat menjabat atau mengembangkan seperti cawagubnya,” tanya De Gadjah.
Menanggapi hal tersebut, Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Nyoman Giri Prasta menerangkan kalau terpilih maka dipastikan setiap kabupaten/kota akan dibangun sekolah serupa Bali Mandara.
Bahkan, Giri mengklaim akan menggratiskan biaya sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
”Ini guarantee yang perlu kami sampaikan. Untuk paslon 1 jangan khawatir, urusan ini percayakan dengan Pak Giri,” kata pria yang menjabat Bupati Badung dua periode ini.
Merespon hal tersebut, De Gadjah menyebutkan ada sikap tidak konsisten pada paslon nomor urut 2 terkait nasib pendidikan di SMAN Bali Mandara maupun SMKN Bali Mandara.
“Jadi ada kesan Sekolah Bali mandara ini hanya dipakai jargon kampanye. Ada inkonsistensi dari pak Cagub dan Cawagub. Di mana Pak Cagub yang dulu saat kampanye pertama ini akan meneruskan program itu (Sekolah Bali Mandara). Saat beliau menjabat, program itu diberangus. Sekarang Pak Cawagub lagi menjanjikan bahkan di 8 kabupaten/kota,” tegas De Gadjah.
Selain itu, Mulia-PAS berkomitmen untuk memadukan pendidikan dan pelatihan guna menghasilkan SDM yang cerdas, terampil, dan berbudaya.
Mereka juga mengusulkan kebijakan SMAN/SMKN gratis, subsidi untuk sekolah swasta, serta pengembangan sekolah Bali Mandara secara terukur.
Program Beasiswa Bali Dwipa Jaya akan diberikan kepada lulusan SMA/SMK yang melanjutkan kuliah, termasuk beasiswa khusus pada disiplin ilmu yang sesuai dengan kebutuhan industri seperti Bandara, Pelabuhan, MRT, dan LRT.
"Sehingga saat pembangunan bandara dan infrastruktur lainnya selesai mereka sudah siap mengisi tempat strategis karena sudah memiliki kecakapan dan keahlian di bidangnya," sebut De Gadjah pada Debat Kedua KPU Bali, Sabtu (9/11/2024).
Selain itu, mereka berencana untuk membangun Edutech sebagai pusat pendidikan dan pelatihan di bidang AI (Artificial Intelligence) dan IT atau teknologi informasi secara gratis, guna mempersiapkan generasi muda Bali untuk berkompetisi di era digital.
Mulia-PAS juga menyiapkan berbagai program yang bisa meningkatkan Indeks Kebahagiaan Manusia dan tidak semata-mata mengejar Indeks Pembangunan Manusia untuk anak, remaja maupun lansia.
Mereka juga memiliki program untuk melahirkan 1.000 startup melalui pelatihan kewirausahaan, yang akan memberdayakan generasi muda Bali untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan berbagai program inovatif dan komprehensif ini, Mulia-PAS berharap dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan Bali yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing global, sembari tetap menjaga kearifan lokal dan budaya yang menjadi ciri khas Bali.
"Perubahan untuk Bali yang lebih baik akan terjadi apabila kita berSATU," tutup De Gadjah.
Selain itu, dalam debat Pilgub Bali, pasangan ini mengungkapkan pandangannya tentang pentingnya konsep "one commando" atau satu jalur dalam pemerintahan, yang diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat demi kesejahteraan masyarakat Bali.
Konsep "one commando" yang diutarakan oleh Made Muliawan Arya dikenal De Gadjah dalam debat Pilgub Bali mengacu pada pentingnya sinergi yang erat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
De Gadjah mengatakan Satu Jalur mencerminkan bahwa adanya kesatuan Visi dan Misi dalam Pembangunan Indonesia antara Nasional dan Daerah, yaitu menuju Indonesia Emas 2045.
Bali mendudukkan pembangunan daerahnya sebagai bagian dari pembangunan nasional sehingga rencana pembangunan daerah disusun untuk mensinkronkan dan memadukan pembangunan daerah dengan tujuan pembangunan nasional.
Cawagub PAS pada penghujung debat kedua. Paslon Satu kembali menegaskan, bahwa pemerintah pusat dan Pemprov Bali saling ketergantungan dalam pengelolaan tata kelola pemerintahan untuk kesejahteraan masyarakat.
Oleh karenanya, guna mengefektifkan komunikasi politik dan komunikasi tata kelola administrasi, sangat penting hubungan yang sejalan antara visi, misi dan program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, sehingga terjadi satu frekwensi dan satu arah pembangunan. Prinsip Satu Jalur adalah sebuah kebutuhan taktis yang memiliki makna strategis bagi Bali, sehingga pemenuhan kebutuhan teknis bisa lebih efisen dan efektif.
Membangun kebersamaan dengan kabupaten kota bergandengan tangan kemudian berjuang bersama ke pusat adalah kekuatan gotong royong yang harus kita perjuangkan bersama.
"Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami dari Paslon 1 (satu) memohon doa restu, dukungan dan juga ketika 27 Nopember 2024 nanti mencoblos pasangan Mulia Pas bernomor urut 1 (satu)," ujarnya.
Mulia PAS berjanji, untuk berjuang segenap hati, dan sepenuh jiwa, untuk memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan kesejahteraan Masyarakat Bali.
"Kami juga berjanji, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali jika terpilih nanti, tidak akan melakukan penggagalan atas apa yang menjadi ranah kewenangan pemerintah pusat," ujarnya.
Tidak ada lagi, drama pendongkelan, penggagalan seperti kegiatan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola U 20 yang lalu.
Begitu juga tiddak ada lagi, pengambil alihan kegiatan pembukaan Pesta Kesenian Bali milik rakyat yang biasanya dibuka pemerintah, kemudian dibuka oleh ketua umum partai politik tertentu.
Termasuk Tmtidak boleh lagi, ada oknum mantan kepala daerah di Bali yang berani menghasut kepala desanya menolak kehadiran seorang presiden yang sah dan bertujuan memberikan bantuan untuk masyarakat.
Mulia Pas berjanji akan mengawal setiap perhelatan internasional yang ada di Bali dengan sebaik-baiknya demi martabat bangsa.
Sekali lagi, drama-drama memalukan dan memilukan dalam hubungan pemerintah pusat dengan daerah seperti itu, tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan.
Mulia Pas berjanji, di satu sisi tegak lurus dengan pemerintah pusat, dan disisi lain juga tegak lurus dengan aspirasi rakyat Bali. Ketika Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun Bandara Bali Utara, dan mayoritas masyarakat Bali juga menginginkannya, maka kami tegak lurus mengamankannya.
"Pada kesempatan ini, pihaknya juga meminta maaf jika ada penyampaian kami dalam debat ini tidak berkenan di hati. Tan Hana Wong Swasta Anulus. Tidak ada manusia yang sempurna. Karena dari kesadaran ketidaksempurnaan itulah, kami akan terus belajar, dan tidak malu meminta maaf," harapnya. (GAB/001)