Pj. Lihadnyana Buka Workshop Pengelolaan Keuangan Desa, Fokus pada Transparansi dan Efektivitas
Banner Bawah

Pj. Lihadnyana Buka Workshop Pengelolaan Keuangan Desa, Fokus pada Transparansi dan Efektivitas

Admin - atnews

2024-10-31
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pj. Lihadnyana Buka Workshop Pengelolaan Keuangan Desa, Fokus pada Transparansi dan Efektivitas
Pj.Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana membuka Workshop Pengelolaan Keuangan Desa (ist/Atnews)
Buleleng (Atnews) - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, secara resmi membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa bertema “Pengelolaan Keuangan Desa yang Akuntabel dalam Rangka Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. 

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali ini berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (30/10).

Dalam sambutannya, Lihadnyana menekankan pentingnya penerapan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014. Menurutnya, peraturan tersebut memberi mandat bagi desa untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, membuka peluang untuk pembangunan berbasis desa yang berorientasi pada nilai tambah, budaya lokal, serta keunggulan masing-masing desa.

“UU Desa menjadi titik awal bagi desa untuk menentukan peran dan kewenangannya, dengan harapan meningkatkan kualitas masyarakat desa, mengurangi angka kemiskinan, serta mendorong kesejahteraan desa,” ujar Lihadnyana. 

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para perbekel dan seluruh sekretaris desa untuk mengelola keuangan desa, terutama dana desa, dengan penuh kehati-hatian. “pemerintah desa harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar. Dana desa harus digunakan secara efektif dan efisien untuk pembangunan desa,” tegasnya.

Lihadnyana juga meminta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memberikan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan kepada pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan. Ia menambahkan bahwa laporan pengelolaan keuangan desa akan menjadi bagian dari laporan keuangan daerah Kabupaten Buleleng.

Acara ini diharapkan dapat menjadi forum evaluasi untuk memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : LPD Agar Tingkatkan Program Pro Rakyat 

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik