Denpasar (Atnews) - Jajaran Pengurus Yayasan Dharma Widya Ulangun mengadakan kegiatan sosial berupa penyerahan 35 paket sembako kepada para pemangku dan memberikan punia untuk menyambut piodalan di Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kota Denpasar, Bali.
"Ini juga sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Kami menyadari berada di wilayah Desa Adat Tonja, oleh karena itu sudah sewajarnya kami ikut peduli dengan lingkungan yang ada. Terlebih akan ada piodalan di Pura Dalem Bungkeneng," kata Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gde Astina, M.Pd.,CHA.,CHT dalam acara penyerahan bantuan tersebut di Pura Dalem Bungkeneng, Denpasar, Minggu (22/9).
Astina mengatakan pihaknya telah secara rutin memberikan bantuan untuk penyelenggaraan piodalan dan juga perhatian kepada pemangku. "Semoga ini bisa diterima dan bermanfaat. Oleh karena berada di lingkungan Tonja, tentu harus ada yang kami berikan kembali kepada lingkungan sekitar," ucapnya.
Selain itu juga diberikan potongan biaya pendidikan bagi warga Tonja yang berkuliah pada sejumlah lembaga pendidikan yang berada di nawah naungan Yayasan Dharma Widya Ulangun seperti Sekolah Perhotelan Bali dan Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB Internasional)
Ada BPR yang dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan simpan pinjam, memiliki SPB Mart yang menawarkan harga berbagai produk lebih murah, selain itu melalui PT Duta Bali Mandiri juga dapat mengirim tenaga kerja ke luar negeri.
Sementara itu, Pamucuk Paiketan Pemangku Puja Srawa di Desa Adat Tonja Mangku Made Aswika mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Yayasan Dharma Widya Ulangun.
"Ini bukan bantuan yang pertama kali diterima, tetapi sudah beberapa kali. Sebelumnya kami juga dibantu transportasi untuk tirta yatra para pemangku," katanya.
Pihaknya mengajak pemangku agar memiliki kesadaran, eling dan bakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, leluhur, dan eling kepada saudara-saudara. Selain itu agar para pemangku muncul kesadaran bersama bahwa hidup dalam perbedaan.
"Kami berharap ke depan juga ada bantuan yang dapat mendukung keberadaan para pemangku dalam meningkatkan srada bakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dan sesuhunan, ngayah dengan berlandaskan cinta kasih, serta menjadi orang-orang yang berguna bagi masyarakat dan keluarga," ucap Aswika.
Sedangkan, Bandesa Adat Tonja Putu Gede Sridana menambahkan, pihaknya senantiasa berusaha memberdayakan semua pihak yang berada di Desa Adat Tonja, tidak saja dari sisa adatnya, tetapi ada perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga bagi perusahaan agar ada CSR yang dapat diberikan pada masyarakat.
"Tidak saja berorientasi pada materi, tetapi yang terpenting peningkatan kapasitas atau SDM masyarakat karena itu menjadi kunci dalam pembangunan suatu daerah," ujarnya.
Yayasan Dharma Widya Ulangun yang telah mempelopori kegiatan sosial ini diharapkan dapat diikuti oleh pihak lainnya sehingga dapat membantu warga yang berada di sembilan banjar di wilayah Desa Adat Tonja. (RIS/001)