Banner Bawah

TOSS TPST Sadu akan Bangun Charging Station, Rombongan Kemen PUPR Dihidangkan Gorangan Tempe dari Kompor Sampah

Admin - atnews

2024-09-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - TOSS TPST Sadu akan Bangun Charging Station, Rombongan Kemen PUPR Dihidangkan Gorangan Tempe dari Kompor Sampah
Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Sadu, Desa Sumerta Kaja di Denpasar (Artaya/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Rombongan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) mengunjungi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Sadu, Desa Sumerta Kaja di Denpasar, Selasa (10/9).

Acara itu dihadiri Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR yang dipimpin Puji Setiyowati, Ketua Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML) Nina Meilina Rizal, Komisaris Utama Startup PT Comestoarra Dr Ir Supriadi Legino yang juga Mantan Ketua STT PLN.

Hadir pula, Ketua Umum Badan Independent Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali Komang Gede Subudi yang juga CEO Pasifik Group-Bali, Akademisi Universitas Andalas Fadjar Goembira dan Perbekel Desa Sumerta Kaja I Gusti Ngurah Mayun.

Peserta rombongan merasa kagum dan gembira terhadap pengelolaan sampah TOSS Sadu, Desa Sumerta Kaja yang bagus dan tidak menimbulkan bau busuk.

Bahkan rombongan disambut dan dijamu hidangan tempe goreng, tahu dan pisang goreng dari masakan kompor gunakan pelet olahan sampah TOSS Sadu itu sendiri.

Gorengan makanan itupun digoreng pada tempat pengolahan sampah tersebut. Para peserta rombongan pun nampak memakan hidangan itu tanpa ragu-ragu dan menikmati layakanya di restoran.

Komisaris Utama Startup PT Comestoarra Dr Ir Supriadi Legino bersama Komang Gede Subudi berkelakar rasa gorengan tempe lebih enak dan nikmat dibandingankan gorengan tempe di tempat lain.

Hal itu dirasakan karena suasana kerja TOSS TPST Sadu berjalan dengan penuh semangat dan dedikasi kepada lingkungan. Meskipun letaknya di perkotaan dan di tengah pemukiman, sampah melalui anggaran desa (APBDes) bisa dikelola dengan baik.

Supriadi Legino mengatakan, penerapan TOSS sscara masif diyakini mampu menuntaskan jutaan ton, gunung sampah TPA Suwung.

Kehadiran TOSS sudah dapat dirasakan oleh TPST Sadu yang mampu mengolah sampah menjadi pelet. Disamping pupuk organik yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Pelet tersebut digunakan untuk kompor masyarakat, hasil masakan jauh lebih gurih. Pengunaan kompor dengan pelet bisa menekan penggunaan gas LPG bersubsidi.

Selanjutnya pelet itu akan digunakan membangun charging station untuk kendaraan motor listrik.

TOSS tersebut merupakan hasil penelitian, berawal program kerjasama Pemerintah Klungkung dengan Sekolah Tinggi Teknik Perusahaan Listrik Negara (STT PLN) dan PT Indonesia Power (IP) ketika dirinya sebagai Ketua STT PLN. Kerjasama itu diterapkan di Klungkung sehingga mampu menghentikan sampah ke TPA Sente Klungkung.

Namun belakangan program kerjasama itu berhenti, padahal implememtasi TOSS di Klungkung cukup signifikan. Selain pelet untuk bahan bakar kompor, pelet itu juga digunakan sebagai pembangkit listrik dengan gastifire serta gasnya bisa digunakan langsung untuk kompor gas.

"Penerapan yang kemarin bisa mengganti mesin disel berbahan bbm solar hingga 60 persen," ujarnya.

Rumus dipakai dalam TOSSS yakni 1000 kali 1 atau 1 kali 1000. Maksudnya jumlah sampah yang besar dibagi-bagi sehingga sampah tidak menumpuk pada satu tempat. Dengan 1000 ton sampah diselesaikan dengan 1000 komunitas atau 100 komunitas yang menyelesaikan 10 ton sampah.

"Jika hal ini bisa diterapkan, saya yakin jutaan ton sampah TPA Suwung bisa diselesaikan," imbuhnya.

Penggunaan TOSS juga tidak memerlukan biaya mahal dan mudah dioperasikan. Serta memanfaatkan bakteri yang tidak perlu digaji.

Awalnya, sampah masuk ke TPS Sadu  lalu sampah dipilah, masukan ke box bambu.   Sampah diratakan sebelum disiram dengan bioaktivator.

Langkahnya, campur bioaktivator dengan air murni 1 liter berbanding 25 liter untuk satu box bambu, satu box bambu kapasitas sampah lebih 500 kg. 

Penyiraman dengan bioaktivator merata, hari kedua sudah nampak sampah menyusut.

Selanjutnya sampah akan kering dan menyusut 50 persen setelah didiamkan selama 5 sampai 7 hari. Sebelum sampah masuk ke mesin cacah harus steril dari benda- benda keras seperti kawat besi paku dan lain sebagainya.

Hasil sampah yang telah dicacah menggunakan mesin cacah dilanjutkan masuk mesin press pelet menjadi butiran bahan bakar. 

"Sekarang tinggal di diduplikasi saja, cara sederhana, dengan hiaya rendah. Klungkung bisa pulih kembali. Jika seluruh desa menerapkan, tidak perlu menunggu lama, dalam kurun tiga tahun dan kerjasama yang baik, sampah di Bali bisa dituntaskan," ungkapnya.

Apalagi TPA Suwung bisa diubah menjadi hotel, hal itu akan menjadi prestasi baru bagi Bali. Dunia akan datang ke Bali belajar cara kelola sampah tanpa bau dan murah.
"Meskipun tidak instan, TPA Suwung pun bisa jadi hotel bagi turis asing. Asalkan kerjasama dan niat baik," harapnya.

Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR yang dipimpin Puji Setiyowati memastikaan pengeolahan sampah TOSS TPST Sadu.

"Kami datang belajar memastikan pengolahan sampah TPST Sadu untuk bisa mengaplikasikan di tempat lain. Kami berharap masuk dalam petunjuk teknis TPS3R," ujarnya.

Diharapkan bisa ditiru di daerah lain. Maka pihaknya ingin mengetahui lebih detail cara olah sampahbya, kebutuhan SDM dan peralatan yang diperlukan, termasuk produk-produk yang dihasilkan baik untuk dijual kembali atau pakai sendiri.

Sedangkan, Ketua Yayasan DML Nina Meilina mengaku hadir sebagai Centre of Excellence (CoE) untuk menjembatani masyarakat, pemerintah dan stakeholder, khususnya dalam penanganan sampah.

Dengan pengembangan sampah melalui TOSS yang tidak berbau dan menjadikan pelet sangat berguna untuk kompor  masakan rakyat. Hal itu diterapkan di pedesan bisa gantikan LPG melon.

"Tidak perlu subsidi lagi, bahan pelet diharapkan menjadi bahan bakar kompor rakyat, sekarang disini (TPST Sadu-red) mau bangun charging station untuk men-charging mobil atau kendaraan listrik," ujarnya.

Upaya itu dalam mengubah sampah menjadi sesuatu berharga. Diyakini sampah itu tidak pernah habis.

Selain itu, Ketum BIPPLH Komeng Gede Subudi mendukung penuh program tersebut dalam menuntaskan persoalan sampah dari sumber.

Subudi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumerta Kaja yang sudah berdedikasi menjawab masalah sampah yang super krusial di tengah masyarakat.

Persoalan sampah sudah menjadi buah bibir publik, menanti kebijakan nyata pemerintah dalam menuntaskan masalah tersebut. Apalagi belakangan kerapa TPA Suwung terbakar begitu juga TPA - TPA lainnya.

Ia turut hadir karena cinta lingkungan, disamping menggeluti dunia bisnis serta ada kepuasan hati terhadap lingkungan. "Sampah ada tiap hari, maka TOSS TPST Sadu jadi contoh menunjukkan manfaat besar dari kelola sampah," ujarnya.

Perbekel Desa Sumerta Kaja I Gusti Ngurah Mayun mengakui pemabngunan TPST Sadu memperlukan pengorbanan dan dedikasi yang besar.

Meskipun banyak kendala dan keterbatasan, khususnya anggaran. Pihaknya tidak kenal menyerah. TPST Sadu akan menuju 5R yakni, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery dan Regenerative.


Pupuk yang dihasilkan dibagikan gratis kepada masyarakat. Karena penjualan pupuk masih kendala dalam perizinan. Sedangkan peralatan TPST Sadu menggunakan anggaran desa. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius