Banner Bawah

Kopi Organik Wayan Inwan, Terkenal Hingga Benua Eropa dan Amerika

Admin - atnews

2024-07-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kopi Organik Wayan Inwan, Terkenal Hingga Benua Eropa dan Amerika

Buleleng (Atnews) -  Dikelilingi oleh pepohonan kopi yang lebat, Wayan Inwan tampak fokus memantau kopi-kopi yang telah matang. Bersama dengan para pekerjanya saat ditemui di kebun miliknya, petani paruh baya itu mengelilingi kebun kopi yang berlokasi di Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. 

Kebun kopi ini sekitar 100 hektar lahan dengan tanaman 1.800 pohon kopi per hektar. Asal tahu saja, hasil panennya pun bisa merambah mancanegara di benua Eropa dan Amerika.

Inwan sendiri memiliki 7 hektar lahan, di mana 5 hektar digunakan untuk kebun kopi dan sisanya adalah lahan pribadi. Penggarapannya dilakukan atas nama Kelompok Tani Sari Mekar, dengan Inwan sebagai ketuanya. Dirinya bertekad untuk meneruskan semangat petani kopi yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.

"Ini warisan nenek moyang kami, sudah sejak dulu keluarga kami menanam kopi lokal," imbuhnya.

Sejak tahun 2004 silam, Inwan telah melakukan peremajaan kebun kopi dengan memperkenalkan berbagai varietas seperti Sigararutang, S796, Kopi Kopyor, dan Kopi Yellow. Dirinya juga sedang mengembangkan Kopi Gayo di lahan miliknya.

Pertanian kopi tidak dijalani tanpa halangan. Inwan menyebutkan tantangan terbesar yaitu hasil panen yang terdampak cuaca buruk pada tahun 2020 lalu. Meski begitu, Inwan tetap optimis. Bisnis kopi tetap terbilang menjanjikan jika dilakukan dengan serius dan perawatan yang tepat, terutama dengan harga kopi yang kini semakin membaik.

"Harga kopi kering bisa mencapai Rp 85 ribu hingga Rp 120 ribu per kuintal, tergantung pada perawatan organiknya," katanya.

Kelompok Tani Sari Mekar telah mendapatkan sertifikat organik dari Control Union di Belanda serta sertifikat Rain Forest untuk praktik pertanian ramah lingkungan. Menurut Inwan, hal ini memungkinkan kopi mereka diekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat, Belanda, dan Perancis melalui eksportir PT. Indokom. Pihaknya seringkali kewalahan dalam menyiapkan kopi untuk diekspor, karena permintaannya yang tinggi.

"Tahun lalu permintaannya mencapai 30 kontainer, tetapi kami hanya bisa memenuhi 5 kontainer dari petani kami sendiri," ungkap Inwan.

Inwan dan kelompoknya terus berupaya untuk meningkatkan mutu kopi dengan memperluas lahan dan menggunakan pupuk organik yang diproduksi dari limbah kopi dan pupuk kandang. Mereka yakin bahwa dengan pendekatan ini, mereka dapat memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Satpol PP Bali Cek Areal Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Indonesia Kekurangan Tenaga Medis, Presiden Prabowo Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Berstandar Dunia di RI

Indonesia Kekurangan Tenaga Medis, Presiden Prabowo Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Berstandar Dunia di RI

PHDI Menang Gugatan ke-10, Pastikan Legalitas dan Selamatkan Bantuan Negara untuk Umat Hindu

PHDI Menang Gugatan ke-10, Pastikan Legalitas dan Selamatkan Bantuan Negara untuk Umat Hindu

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia