Mengenang 123 Tahun Soekarno, Lanskap Politik Global yang Fragile (Mudah Pecah)
Banner Bawah

Mengenang 123 Tahun Soekarno, Lanskap Politik Global yang Fragile (Mudah Pecah)

Admin - atnews

2024-06-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mengenang 123 Tahun Soekarno, Lanskap Politik Global yang Fragile (Mudah Pecah)
Slider 1
Oleh I Gde Sudibya
Soekarno, lahir di Kampung Peneleh Surabaya, 6 Juni 1901, tepatnya 123 tahun yang lalu. Sebagai sebuah refleksi timbul pertanyaan: apa relevansi pemikiran visioner Soekarno dalam dinamika dan percaturan global yang sedang berlangsung?. Yang antara lain ditandai oleh: potensi risiko terjadinya Perang Dunia 

Ketiga, akibat perang Israel - Iran, yang faktor penyebabnya (casus belli) skalanya jauh lebih besar dari pemicu Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua. 

Di samping potensi Perang nuklir di Eropa Timur bagian Timur, jika terjadi casus belli, NATO menyerang Rusia dengan senjata  nuklir dengan pangkalan di Ukraina. 

Dominasi China dalam ekonomi global, kekuatan pengaruh politik negara ini banyak negara, dan oleh pengamat kecenderungan masa depan John Naisbitt dalam bukunya Megatrend China, ekspansi China di dalam strateginya punya target penundukan.

Kesenjangan pendapatan dan kesenjangan ekonomi antar negara yang begitu tajam, demikian pula ketidakadilan ekonomi antar penduduk di banyak negara.

Dalam konteks tantangan geopolotik global yang fragile (mudah pecah), pemikiran visioner Soekarno sebagai inisiator Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung, yang melahirkan DASA SILA BANDUNG, tidak saja relevan tetapi sangat penting dalam lanskap politik global dewasa ini.

Dasa Sila Bandung antara lain memuat: penghormatan terhadap hak asasi manusia sesuai Program PBB, mengakui keutuhan dan kedaulatan wilayah setiap bangsa, penghormatan yang sama antar bangsa, melarang invensi kekuatan asing terhadap kedaulatan negara bangsa dan sejumlah kesepakatan lainnya.

Dalam fenomena dominasi  ekonomi politik  
China di banyak negara, sangat kentara di sejumlah kawasan Afrika, dengan proyek super jumbo dari negara ini yang diberikan nama proyek jalur sutra modern, BRI (Bridge, Road Initiatives) dengan dana puluhan triliun dolar AS. 

Pemikiran Soekarno tentang TRI CAKTI: Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi, Berkepribadian di Bidang Kebudayaan, tetap relevan dan menjadi semakin penting.

*) I Gde Sudibya, intelektual, pembelajar isu kebangsaan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kemendes PDTT Resmikan BUMDes Mart di Bengkulu Utara

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Di Bali, Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat di Semua Bidang

Di Bali, Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat di Semua Bidang