Mangku Pastika Kunjungi Jung Kumis Usadha Bali, Totalitas untuk Kemanusiaan dan Pelestarian Lingkungan
Admin - atnews
2024-04-12
Bagikan :
Slider 1
Denpasar (Atnews) - Jung Kumis Usadha Bali hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan Terapy Kreteek yang mengkombinasikan terapy prana, yoga dan akupressure.
Owner Jung Kumis Usadha Bali I Dewa Made Agung Suryawan yang dikenal Jung Kumis berani menggeluti dunia herbal dengan menempuh pendidikan Ayurveda dan berbagai pelatihan maupun workshop.
Bakat itu juga dimiliki berkat warisan leluhurnya, dirinya pun merasa nyaman ketika melesatrikan warisan itu sebagai swadharmanya, meskipun harus meniggalkan pekerjaanya dari pegawai perbankan.
Keputusan itu diambil dengan penuh keyakinan kepada Tuhan (bhakti). "Hingga hari ini usaha usadha Bali dengan produk - produk herbal laku di pasaran," kata Jung Kumis sekaligus Peramu dan Therapist Kesehatan.
Hal itu disampaikan ketika menerima Anggota DPD RI dapil Bali Made Mangku Pastika saat Reses di tempat Peramu dan Therapist Kesehatan Jung Kumis, Ds. Biaung, Kesiman Denpasar, Kamis (11/4).
Acara Reses tersebut dengan tema “Herbal: Memanfaatkan Potensi Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat”. Dialogdipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa.
Jung Kumis memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh totalitas sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap memberikan terapy, pihaknya selalu menekankan edukasi karena penyembuhan dengan herbal tentu beda dengan pengobatan medis serta memerlukan waktu.
Sepanjang mengikuti prosedur yang diberikan serta komitmen yang kuat yang disertai karunia Tuhan, diyakini pasien bisa disembuhkan.
Jung Kumis semakin optimis memberikan layanan tersebut, karena mampu menyelamatkan manusia dan berkontribusi lestarikan alam.
“Kalau sebelumnya bahan baku (herbal) didatangkan dari luar, kini semua memanfaatkan bahan lokal karena lahan di Bali juga cocok untuk berbagai tanaman herbal,” ungakp Jung Kumis.
Ia pun mengaku akan mendiagnosa kesehatan terlebih dahulu agar penanganannya tepat dan pemilihan jenis herbalnya.
“Ini panggilan jiwa saya untuk melayani. Saya tidak pernah berhenti untuk belajar,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga menjelaskan produk-produk herbal yang diramu dananfaatnya.
Mulai jahe merah, kunyit putih, daun kelor, bawang berlian, temulawak, sereh pandan wangi, pegagan, black garlic termasuk meramu herbal binahong yang langka.
Sementara itu, Mangku Pastika memuji Jung Kumis yang ikut mengembangkan tanaman herbal usadha Bali untuk membantu kesehatan masyarakat.
Upaya itu dalam menjawab tren kembali ke alam atau back to nature yang semakin digemari dunia, termasuk yoga.
Langkah itu pula, sejalan dengan program pemerintah dalam melestarikan warisan leluhur, lestarikan alam, merawat ibu pertiwi, herbal juga memberi nilai ekonomi.
Berutungnya, Bali dan Indonesia banyak ditemukan tanaman herbal dan rempah-rempah yang sudah dimanfaatkan oleh nenek moyang hingga dikenal dunia.
Untuk itu, pengembangan herbal membawa misi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan menuju Bali Clean and Green.
"Saya ingin bisa berperan melestarikan alam dan budaya Bali. Ini tidak terkait dengan politik, tetapi menyelamatkan jiwa manusia,” ungkap Mangku Pastika.
Diharapkan pula, edukasi herbal kepada masyarakat semakin disemarakan dengan narasi - narasi yang mudah dipahami. Mengingat hasil produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku herbal sudah melewati riset dan percobaan yang telah memakam waktu dan biaya. (GAB/ART/001)