Banner Bawah

Indonesia Emas 2045 dan India 2047

Admin - atnews

2024-02-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Indonesia Emas 2045 dan India 2047
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Budayawan Putu Suasta mengharapkan hubungan India dan Indonesia, khususnya Bali semakin diperkuat kualitasnya. 

Untuk itu, momentum perayaan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia mempunyai makna khusus dan mencerminkan perkembangan serta kemajuan yang berarti.

Kedutaan Besar India di Jakarta merayakan dengannya  dengan simbol kebudayaan dengan pertunjukan tari klasik “Odissi” yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru di Jakarta pada 27 Januari 2024.

Selain Jakarta, pertunjukan tari klasik Odissi juga akan digelar di Bali, Surabaya, Purwakarta, dan Batam. Pertunjukan Odissi akan ditampilkan Gunjan Dance Academy dari India.

Hubungan peradaban India dan Indonesia sudah terbangun sejak 2000 tahun yang lalu, hal itu  terungkap unsur budaya India terdapat dalam berbagai arsitektur, kepercayaan, kultural dan cara hidup. Juga kata Sansekerta dalam Bahasa Indonesia dalam Itihasa terkenal seperti Ramayana, Mahabharata masih melekat dalam kehidupan kultural masyarakat Indonesia.

Hal itu diungkapkan Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Sandeep Chakravorty dalam acara resepsi perayaan hubungan diplomatik bilateral di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (26/1).

Putu Suasta pun mendukung penuh kebijakan Dubes Sandeep Chakravorty dalam memperkuat kemitraan strategis dan meningkatkan kualitas persahabatan Indonesia dan India.

Seiring dengan pernyataan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi saat datang ke Bali tahun 2022 ketika KTT G20 untuk menggambarkan hubungan bilateral dengan Indonesia.

"Besarnya gelombang laut membuat hubungan India dan India tetap hangat dan tak kenal lelah. Hubungan kami tetap bertahan seperti gelombang itu," ujar Chakravorty.

Modi mengatakan India dan Indonesia memiliki hubungan warisan dan budaya bersama.

“Saya berbicara dengan Anda di Bali, kami menyanyikan lagu-lagu tradisional Indonesia, Bali Jatra Mahotsav sedang dirayakan 1500 km dari sini (di Cuttack, India)," ujarnya. 

Perayaan Bali Jatra Mahotsav tersebut merupakan perayakan ribuan tahun yang menghubungkan perdagangan India-Indonesia.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi perjalan suci Rsi Agastya and Rsi Markandeya menjejakkan peradaban luhur seperti parampara India di Bali.

Banyak rahasia Ramayana terpendam di Jawa dan Bali. Sekarang Ayodhya akan menjadi episentrum peradaban Hindu di India.

Ia mengajak dan mendorong merajut silang yang sudah ada di Bali dan India.

Bahkan Gunung Agung sebagai kekuatan yang sakral dan mistis bagi peradaban Hindu (Sanatana Dharma) secara langsung berinteraksi dengan Gunung Mahameru.

Pada kesempatan itu, PM Modi memberikan apresiasi kepada Agus Indra Udayana yang kini sebagai Sulinggih dikenal dengan nama Ida Rsi Putra Manuaba yang telah menerima penghargaan tertinggi Negara, Padma Shri Award 2020. Serta memberikan apresiasi Budayawan dan Maestro Seni dari Bali Prof Dr I Wayan Dibia menerima anugerah penghargaan seni Padma Shri Award 2020.

India dan Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang mendalam selama ribuan tahun. Pedagang dari Gujarat telah lama menjalin hubungan dengan tempat-tempat seperti Aceh dan Surabaya hingga ke Bali.
            
Putu Suasta pun mengungkap beragam kesamaan sehingga hubungan Indonesia dan India mampu bertahan  sampai saat ini. 

Saat ini kedua negara sedang berproses menjadi negara maju, India berusaha menjadi negara maju  "Viksit Bharat" pada tahun 2047, sementara Indonesia mempunyai visi "Indonesia Emas" di tahun 2045.

India memiliki program "Make In India" dan "Atmanirbhar Bharat" atau kemandirian India di bidang manufaktur memiliki kesamaan dengan Indonesia dengan kebijakan Hilirisasi Presiden Jokowi guna mengembangkan dan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap ekspor supaya meningkatkan nilai tambah, menumbuhkan industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.

Bahkan dalam merayakan Hari Republik India ke-75 pada 26 Januari 2024 di negara demokratis seperti Indonesia memang terasa istimewa. 

Saat India dan Indonesia sesama negara demokrasi melaksanakan pemilu tahun ini, Indonesia sendiri melakukan pemilihan Presiden dan Legislatif secara langsung dan serentak pada tanggal 14 Februari 2024 dan kepala daerah pada September mendatang.

Komitmen India dalam memperkuat rencananya untuk “Amrit Kaal”, sebuah periode transformasi nasional besar-besaran yang akan mengarah pada “Viksit Bharat” atau India maju pada tahun 2047.

Hal itu diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pemimpin  Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

India saat ini sedang melangkah maju dengan lintasan pertumbuhan yang mengesankan dan pengakuan global atas apa yang telah dicapai India. 

Presidensi G-20 India pada tahun 2023 dengan tema "One Earth, One Family, One Future" (Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan) berdasarkan filosofi India "Vasudhaiva Kutumbakan" seluruh dunia adalah sebuah keluarga, bergema secara luas baik di negara-negara maju maupun di negara-negara Global South.

Agendanya bersifat inklusif, ambisius, berorientasi pada tindakan dan tegas yang terbukti dengan diterbitkannya "Deklarasi Delhi" yang mampu menjembatani kesenjangan geo-politik di dunia yang semakin terpolarisasi.

Pentingnya melestarikan Bumi untuk generasi mendatang dan bagi perempuan dalam masyarakat disampaikan secara mengesankan melalui inisiatif G-20 India yang bertajuk :Mission LiFE, Gaya Hidup untuk Lingkungan; dan Perempuan Memimpin Pembangunan.

Untuk pertama kalinya pada tahun 2023, India menyelenggarakan dua KTT Voice of Global South. Tujuannya adalah menjadikan kebutuhan negara-negara Global South sebagai bagian dari agenda G-20.

Presiden Joko Widodo berpartisipasi dalam KTT kedua pada bulan November 2023 dan mendorong negara-negara Global South untuk mengambil peran yang lebih besar dalam tata kelola global melalui reformasi lembaga multilateral. Dimasukkannya Uni Afrika sebagai anggota G-20 pada KTT Delhi merupakan salah satu wujud agenda inklusif India.

Sebelumnya juga KTT G20 Tahun 2022 bertema “Recover Together, Recover Stronger" di Bali telah menghasilkan capaian konkret, antara lain, terbentuknya Dana Pandemi yang sampai saat ini telah terkumpul komitmen hingga USD1,5 miliar.

Presidensi G20 Indonesia sendiri telah menyelenggarakan sekitar 437 acara sejak Desember 2021 untuk working group dan engagement group di 25 kota di tanah air.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia telah mengupayakan berbagai solusi terbaik selama satu tahun kepemimpinan di tengah berbagai tantangan baru yang muncul. Presiden bersyukur bahwa G20 Indonesia telah menghasilkan sebuah dokumen berupa "Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali" 

Selain itu, India dan Indonesia menjalin hubungan diplomatik pada 1949. Setahun kemudian, Presiden RI Soekarno didapuk menjadi tamu utama pada Hari Republik India yang pertama pada 1950. Demikian pula, Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru ke Bandung, untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Termasuk, India dan Indonesia lantas meningkatkan hubungannya ke tingkat Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2018 saat kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. India dan Indonesia juga memiliki Visi Bersama tentang Kerjasama Maritim India-Indonesia di Indo-Pasifik.

Perdana Menteri Modi juga menghadiri pertemuan ASEAN-India ke-20 yang diadakan di Jakarta pada September 2023. India telah menyatakan komitmennya terhadap persatuan dan sentralitas ASEAN.

Hubungan antara kedua negara semakin mendalam di berbagai sektor dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan kedua negara tercatat sekitar USD 40 miliar (Rp 624 triliun).

Indonesia termasuk Bali juga merupakan rumah bagi banyak diaspora dan anggota komunitas India yang selama bertahun-tahun telah bertindak sebagai jembatan dalam menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara. 

Meskipun India dan Indonesia sedang bertransformasi dengan cepat, keduanya memiliki kesamaan tujuan yang mencolok. India berupaya menjadi “Viksit Bharat”, sementara Indonesia memimpikan "Indonesia Emas".

Kisah India didorong oleh perekonomian yang menyaksikan peningkatan pemasukan teknologi dan digitalisasi, penekanan yang lebih besar pada manufaktur di India khususnya produk-produk khusus, pembangunan infrastruktur berkualitas, memastikan konektivitas multimoda yang lancar, peningkatan daya saing keranjang ekspor India.

Hasilnya dapat dilihat semua orang. India saat ini merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-5 di dunia denga diperkirakan lebih dari 3,7 triliun dollar AS yange diperkirakan akan tumbuh sebesar 7 persen pada tahun 2024.

Terdapat beberapa prediksi bahwa India akan menjadi negarawan dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia pada tahun 2030 dengan PDB sebesar lebih dari 7,3 triliun dollar AS. 

Pada beberapa indikator lain seperti cadangan devisa, kinerja pasar modal, investasi asing langsung, inflasi dan manajemen defisit transaksi berjalan, India menunjukkan kinerja yang kuat meskipun terjadi perlambatan dan hambatan global akibat pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina yang mengakibatkan gangguan pada rantai pasokan dan peningkatan biaya bahan bakar, pangan, dan pupuk.

Meskipun terdapat tantangan, defisit transaksi berjalan India menyempit menjadi 1,9 persen dari PDB pada tahun fiskal 2023, sementara cadangan devisa mencapai 617 miliar dollar AS pada bulan Januari 2024. Inflasi saat ini berada pada angka 5 persen, dan defisit fiskal ditargetkan sebesar 5,9 persen dari PDB pada tahun fiskal 2024.

Pasar saham India telah menunjukkan reli luar biasa yang menyentuh kapitalisasi sebesar 4,33 triliun dollar AS pada Januari 2024, dan menjadi pasar ekuitas terbesar keempat di dunia, melampaui Hongkong.

Pasar saham India telah menunjukkan reli luar biasa yang menyentuh kapitalisasi sebesar 4 triliun dollar AS pada akhir tahun 2023. Bahkan mengenai pertanyaan mendasar dalam mengatasi kemiskinan, laporan Niti Aayog baru-baru ini menyoroti bahwa India telah berhasil membuat 248,2 juta orang keluar dari kemiskinan multidimensi dalam 9 tahun terakhir.

India sudah siap untuk mencapai Target SDG 1.2 jauh sebelum tahun 2030. Para CEO global optimis terhadap India, seperti yang terlihat dalam survei CEO global tahunan PwC baru-baru ini, di mana India telah merebut kembali posisi kelima sebagai tujuan investasi pilihan dari posisi kesembilan yang dipegangnya pada tahun lalu.

Pertumbuhan yang berpusat pada masyarakat yang didorong oleh teknologi telah menjadi ciri khas kisah India. Tritunggal JAM memang telah memberikan dampak yang luas. Jan Dhan atau perbankan inklusif untuk masyarakat miskin; Aadhaar atau dokumen identitas unik nasional; dan Telepon seluler merupakan kombinasi ampuh yang telah mengubah wajah pedesaan dan perkotaan India.

India telah memperjuangkan peluncuran Infrastruktur Publik Digital (DPI), yang telah memberdayakan Startup dan masyarakat. Hal ini telah menunjukkan dampaknya di beberapa bidang termasuk peningkatan kepatuhan pajak, baik pajak orang pribadi maupun pajak pertambahan nilai; dan penyediaan layanan warga.

Misalnya saja dengan diperkenalkannya FASTag di jalan tol, pendapatan tol meningkat 9,3 kali lipat dalam 10 tahun dan waktu tunggu rata-rata berkurang dari 734 menjadi 47 detik. Program transfer manfaat langsung India berdasarkan JAM, yang terbesar di dunia, telah menghasilkan transfer sebesar 395 miliar dollar AS ke rekening bank masyarakat miskin.

Pada saat yang sama, ekosistem startup sedang berkembang pesat dan India saat ini bangga memiliki lebih dari 100 unicorn. Melengkapi transformasi ekonomi dan digital India adalah transisi ramah lingkungan di India.

India telah menjadi pemimpin di G-20 dalam memenuhi komitmen Paris dan siap mewujudkan perekonomian yang lebih hijau dan bersih. Selama tahun 2013 hingga 2023, kapasitas terpasang energi terbarukan telah meningkat menjadi 125GW dari 28GW dan 50GW lainnya sedang dibangun. Tugas bangsa di "Amrit Kaal" adalah membangun landasan ini untuk mencapai tujuan nasional "Viksit Bharat", pada tahun 2047.

Suasta banyak belajar dari India, bahkan sudah tujuh kali keliling negara tersebut dalam kurun waktu 30 tahun lebih. Bahkan tinggal di tempat-tempat suci bagi umat Hindu yakni Punjab, Varanasi disebut juga Benares, atau Benaras, atau Kashi atau Kasi, adalah kota suci agama Hindu di tepi sungai Gangga yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. 

Varanasi, bagi umat Hindu, adalah seperti Mekkah bagi umat Muslim atau Vatikan bagi umat Katolik. Ketika berada di India, Putu Suasta bergaul dengan para orang suci atau sadhu.

Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University melakukan perjalanan spiritual ke India (Bharat) mengunjungi secara khusus tempat suci Jyotisar, Kurukshetra di negara bagian Haryana, India Utara. 
 
Termasuk mengunjungi Akshardham yang merupakan kompleks kuil Hindu yang luasnya kira-kira 200 hektar di pinggiran metropolitan Delhi, India. Termasuk Sungai Gangga di Haridwar, Rishikesh dan Mathura.

Begitu juga Angkor Wat di Siem Reap Kamboja komplek Candi Hindu yang luasnya 100 km persegi yang di bangun 1000 tahun yang lalu, juga sempat mengunjungi Batu Caves Temple Hindu Malaysia  beberapa waktu lalu.                        

Eratnya hubungan kesejarahan India dengan Indonesia yang telah berlangsung lama. Tidak kurang dari IB.Oka Puniatmaja selaku Wakil Ketua Umum PHDI, penulis banyak buku Agama Hindu berpendapat bahwa Rsi Markandya adalah Nabi buat umat Hindu Indonesia. 

Selain itu, ada pula tokoh - tokoh Bali yang lain yakni Nyoman S Pendit, IB Mantra, Ibu Gedong Oka, Prabhu Darmayasa. Bahkan hubungan Indonesia dan India dijembatani oleh Rabindranath Tagore dan DR SN Subha Rao.

Patut dibanggakan pula, PM Modi baru saja memberikan pujian kepada Ida Rsi Putra Manuaba serta memberikan apresiasi Budayawan dan Maestro Seni dari Bali Prof Dr I Wayan Dibia menerima anugerah penghargaan seni Padma Shri Award 2020.

Baru saja, Padmasana telah dibangun
di Tepi Sungai Gangga mulai bulan November sampai rampung diresmikan atau di Bali disebut dipelaspas sekitar bulan April 2019.

Pemelaspasan Padmasana dipuput Ide Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba disaksikan istri dari Inisiator Ida Pedanda Gede Made Gunung, Sekretaris Jenderal WHP Guru Ketut Donder dan 16 Pedanda Lanang Istri yang hadir dari Bali serta ribuan Bhakta dari seluruh dunia.

Gagasan pembangunan Padmasana itu membutuhkan waktu puluhan tahun. Sesuai penjelasan Ida Rsi Putra Manuaba (Indra Udayana) yang meraih Padma Shri Award dari Presiden India dan Ketut Ngastawa yang dihimpun pihak Redakasi Atnews, bahwa Padmasana itu, material bangunan padmasana sendiri telah dikirim ke India sejak Kepemimpinan Gubernur Bali Dewa Made Berata.

Namun, belum sempat dikerjakan. Bahkan beberapa kali dirapatkan rencana pembangunannya belum juga terlaksana.

Setelah kekompakan dan komunikasi Ida Rsi Putra Manuaba bersama Dubes RI untuk India Arto Reza Suryodipuro dan President World Hindu Parishad (WHP) Made Mangku Pastika yang juga Anggota DPD RI Dapil Bali dan Gubernur Bali dua periode 2008-2018 akhirnya Padmasana bisa dibangun di Rshikesh, India. Sekaligus dibangun pula di Padmasana Kalingga Bali di Odisha India.        
            
Tidak lupa, Suasta turut berbahagia menyaksikan Upacara Pran Pratishtha Ram Temple di Ayodhya, India, Senin (22/1).

Acara itu dihadiri langsung Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath, Ketua Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) Mohan Bhagwat. 

Dengan mengundang Bageshwar Dham"s Dhirendra Shastri (Religious Guru), Baba Ramdev (Yoga Guru), Jagadguru Rambhadracharya (Religious Guru). 

Selebriti terbesar India, termasuk bintang Bollywood Amitabh Bachchan, Rajinikanth, Kangana Ranaut, Ranbir Kapoor, Alia Bhatt, Anupam Kher, Arun Govil, Sunil Lahiri, Dipika Chikhlia, Anushka Sharma, Virat Kohli, Rishab Shetty, Subash Ghai.

Kalangan pengusaha yang diundang yakni  Mukesh Ambani, Dilip Kumar V Lakhi, Mukesh Patel, Govindbhai Dholakia, Mahesh Kabutarwala, Lavji Badshah, WS Habib, Aditya Mittal.          

Umat ​​​​Hindu seluruh dunia juga merayakan Pran Pratishtha Ram Temple. Bahkan Baliho besar Shri Ram menghiasi Times Square di New York. 

Selain itu, meriah juga dirayakan Kuil-kuil di seluruh Inggris, dimana masyarakat India sebagai salah satu kelompok diaspora terbesar.

Selain itu, Pemerintah Mauritius telah mengumumkan pemberian waktu khusus selama dua jam bagi pejabat publik yang beragama Hindu pada tanggal 22 Januari agar mereka dapat berpartisipasi dalam acara lokal untuk memperingati "Pran Pratishtha" dari Shri Ram Lalla di kota kuil Ayodhya di India.

Dengan Perdana Menteri Pravind Kumar Jugnauth, Mauritius sebagai negara kecil di Afrika Timur. Dengan populasi hanya 1,30 juta orang, populasi Mauritius memiliki 48,5 persen umat Hindu. Negara ini merupakan satu-satunya negara di Afrika yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Ada juga perayaan di Dubai yang mayoritas penduduknya Muslim.

Menurut Suasta, Ram Temple di Ayodhya mengingatkan kembali keagungan Shri Rama yang mewariskan nilai-nilai mulia dan bermatabat bagi kehidupan seluruh makhluk hidup. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Putri Koster Melakukan Sinkronisasi HATINYA PKK di Desa Keliki

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif