Banner Bawah

Tiru Singapura, Target APBD Badung Rp9,5 Triliun, Puspa Negara Minta Pemda Fokus Urus Sampah 

Admin - atnews

2023-11-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tiru Singapura, Target APBD Badung Rp9,5 Triliun, Puspa Negara Minta Pemda Fokus Urus Sampah 
Slider 1

Badung (Atnews) -  Kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bali, I Wayan Puspa Negara yang menjadi Caleg DPRD Kab Badung Dapil Kuta meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Bali, khususnya Pemkab Badung agar fokus mengurus sampah. 

"APBD Badung Rp 8,3 Triliun Tahun 2024, seharusnya ada program paripurna tentang managemen sampah yang equivalen dengan apa yang  pernah diusulkan untuk memproses sampah di TPA Suwung (15.000 ton sehari) menjadi listrik senilai Rp.400 Miliar berdaya 10 Mega Watt," kata Puspa Negara di Badung, Sabtu (18/11).

Apalagi DPRD Badung bersama Pemkab Badung sepakat melakukan perubahan target pendapatan daerah Badung dalam APBD 2024 dirancang sebesar Rp 8,3 triliun dan kini naik menjadi Rp 9,5 triliun.   

Hal itu disampaikan setelah isu sampah semakain hangat diperbicangkan di publik, apalagi sejumlah TPA terbakar, khususnya TPA Suwung terbakar hampir sebulan. 

Puspa Negara mengharapkan bisa meniru pengelolaan sampah di Singapura dengan membuat pulau buatan di Semakau.

TPA Semakau seluas 350 hektar terletak sekitar delapan kilometer di bagian selatan Singapura, dibangun di lepas pantai yang menghubungkan Pulau Semakau dan Pulau Sekang.

TPA tersebut didesain, dibangun, dan dikelola oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), bahkan dipenuhi pepohonan hijau, berbagai jenis burung dan keanekaragaman hayati, dikelilingi terumbu karang yang nampak di jernihnya air laut.

"Kita pasti bisa hanya membutuhkan good will dan political will," ungkapnya. 

Menurutnya, pelaku pariwisata yang telah memberikan Sharing saham 10 persen pada Pemeritah Badung melalui PHR.

Namun pihaknya masih geleng-geleng kepala melihat penanganan sampah yang belum baik dari tahun ke tahun.

Pihaknya begitu optimis, Bali dan Badung bisa kelola sampah, dengan catatan good will dan political will.

"Sederhana, yang penting ada good will dan political will," tegasnya kembali. 

Selain itu, pengawasan dari DPRD mestinya lebih cermat mengawasi penggunaan PHR. "Yang punya fungsi pengawasan kan DPRD, harusnya DPRD cermat mengawasi PHR," pungkasnya. 

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta yang juga salah satu pendiri LSM JARRAK yang juga Pendiri Yayasan Wisnu menyoroti kondisi pariwisata Bali mengalami ancaman bahaya yang sangat serius akibat tidak mampu mengelola sampah, selain isu kemacetan. 

Oleh karena, kegagalan dari Pemerintah di Bali dalam mengatur tata kelola sampah dengan baik. Pemerintah dianggap gagal menyediakan fasilitas publik dalam mengelola sampah. 

Penanganan persoalan sampah di Bali,  khususnya daerah Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan sangat lamban, ngawur dan tidak terstruktur. Padahal daerah tersebut perekonomian daerahnya bertumbuh digerakkan oleh industri pariwisata.

Apalagi penanganan kebakaran TPA Suwung  sejak Kamis (12/10) dinilai sangat lamban dan dianggap kurang peduli, hampir sebulan apinya berkecamuk dengan asap membumbung tinggi, menyesakkan nafas desa sekitarnya termasuk Sanur, Sesetan, Benoa, Pemogan, belum mampu dipadamkan. Sehingga menimbulkan citra negatif terhadap industri pariwisata. 

Dilihat secara kasat mata di lapangan, masih berserakan tumpukan sampah dan semakin liar di depan-depan rumah penduduk sejak ada kebakaran TPA Suwung. Biasanya semua sampah ditumpuk kesana. Namun karena ada kebakaran, sampah jadinya tertahan. 

Bahkan tempat penampungan sampah juga nampak penuh seperti di Kawasan Renon yang berdekatan dengan Kantor Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Bali, Kantor Partai Nasdem Bali dan Kantor PDI Perjuangan. Dekat pula dengan Kantor Gubernur Bali hingga Kantor Walikota Denpasar. 

Pengelolaan sampah di Bali yang buruk sangat merusak citra pariwisata yang hebat yang menjadikan Bali tujuan no 2 sebagai tujuan pariwisata global. Suasta juga menyayangkan aset dan investasi pariwisata di Bali  diperkirakan sekitar 1000 miliar dolar yang dipertatuhkan karena penanganan sampah yang buruk. 

"Pariwisata Bali dipertaruhkan, pariwisata Bali bisa-bisa ambruk," tegas Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University yang diwawancarai di Jakarta, Selasa (7/11).

Jika, pariwisata Bali ambruk, pendapatan asli daerah (PAD) Badung juga diprediksi juga akan ambruk. "Maka Pemkab Badung berhutang pun tidak bisa bayar pegawai pun tidak bisa," ujarnya. 

Oleh karena pertumbuhan ekonomi Bali besar dipengaruhi oleh sektor pariwisata. Khawatir ekonomi pariwisata ambruk bisa menimbulkan stabilitas keamanan masyarakat. Kondisi mirip pandemi Covid-19 bisa terulang atau semakin parah. 

Saat ini secara kumulatif pertumbuhan perekonomian Bali sampai dengan Triwulan III 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 tumbuh sebesar 5,66 persen (c-to-c).

Sedangkan perkembangan pertumbuhan perekonomian Bali Triwulan I 2019 sampai dengan Triwulan III 2023, secara c-to-c masih tumbuh sebesar 0,30 persen dan secara y-on-y tumbuh 5,53 persen. Namun BPS Bali mengungkapkan ekonomi Bali alami tren perlambatan sejak empat triwulan terakhir. 

Untuk itu, kepedulian atau kebijakan publik terkait sampah agar diberikan perhatian serius. Permasalahan itu sudah berulang kali disampaikan oleh pemerhati lingkungan maupun netizen, termasuk wakil-wakil rakyat.

Namun puluhan tahun sampah hanya ditumpuk hingga menggunung, khususnya di TPA Suwung. "Jangan sampai Bali memiliki gunung baru (melalui rekayasa tumpukan sampah-red) yang lebih tinggi dari Gunung Agung," ungkapnya. 

Dimana TPA Suwung sudah memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan total luas 32,48 Ha menjadi pemandangan tidak indah, termasuk sumber keluhan publik setiap saat. 

Putu Suasta juga mempertanyakan slogan - slogan yang sering didengungkan ketika kampanye merebut hati masyarakat "Satu Jalur". "Apa satu jalur sudah bisa tuntaskan masalah sampah?," tanyanya. 

Selain itu, Suasta juga menanyakan keberadaan para pelaku pariwisata Bali yang katanya peduli lingkungan dan pemilik modal pariwisata Bali yang cinta Bali

"Pelaku dan pemilik modal pariwisata kemana bersembunyi?," tanya Suasta kembali. 

Dirinya merasa geram perhatian pada isu-isu lingkungan tidak masif dari kalangan pariwisata, padahal bahaya pengelolaan sampah yang buruk bisa menjatuhkan industri pariwisata. 

Kebakaran TPA Suwung itu, dinilai akan menjadi catatan bagi pemerhati lingkungkunhan dunia. Oleh karena, Bali dan Indonesia baru saja menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States Forum (KTT AIS Forum) 2023, KTT G20 2022 dan KTT ASEAN 2023.

Dikarenakan Bali sebagai tujuan wisata dunia serta pintu gerbang Indonesia dari berbagai negara, selain ibukota Jakarta. 

Apalagi TPA Suwung terlatak di posisi yang startegis tepat pada pintu masuk Tol Bali Mandara, Pelabuban Benoa, KEK Kura-Kura, Kawasan Wisata Serangan, Sanur, Kuta maupun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Meksipun kebakaran tersebut belum menganggu penerbangan bandara Ngurah Rai maupun operasional Pelabuban Benoa. Berita kebakaran tentu sudah tersebar ke berbagai platform media, termasuk berbagai akun media sosial asing dan dalam negeri,  ditambah kepulan asapnya dapat dilihat dari udara. 

Namun peristiwa itu mencoreng  buruk dan image negatif pariwisata Bali. Mengingat pariwisata itu identik dengan kebersihan, keindahan, keramahan dan pembangunan yang berkelanjutan. 

Kebakaran sampah TPA Suwung, banyak sampah dari bahan plastik terbakar di area terbuka, kondisi itu sungguh memprihatinkan bagi kesehatan masyarakat. 

Suasta juga merasa prihatin dan malu,  permasalahan Bali yang super serius dan krusial tidak tertangani dengan cepat dan sigap. 

Permasalahan itu pula, pihaknya sudah pernah disampaikan langsung kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada pertemuan terbatas dengan tokoh-tokoh Bali.

Disebutkan pula, jalur itu kerap dilewati penerbangan domestik dan internasional dari dan ke Bandara Ngurah Rai. Semestinya pemerintah dengan segala cara digunakan untuk segera memadamkan kobaran api tersebut selama 24 jam tanpa henti. 

Selain itu, semua anggaran juga difokuskan dalam penanganan tersebut. Bahkan membentuk Tim Satgas maupun lobi-lobi anggaran ke pusat. 

Disamping itu, Bali mestinya belajar pengelolaan sampah kepada daerah yang maju dan berhasil menangani sampah. 

Diharapkan Bali bisa meniru Singapore dalam menuntaskan masalah sampah. Dirinya baru saja datang dari Singapore, negara kecil, lebih kecil dari Bali tetapi pengelolaan sampahnya sudah canggih berbasis teknologi. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng