Jakarta (Atnews) - Koordinator Stafsus Presiden RI, Ari Dwipayana mengucapkan selamat bertugas untuk Irjen (Pol) Sang Made Mahendra Jaya.
Ia mengajak para tokoh-tokoh dan seluruh masyarakat Bali untuk mendukung dan membantu PJ Gubenur dalam menjalankan tugasnya.
Penetapan PJ Gubernur Bali telah melalui proses yang berjenjang, mulai dari usulan DPRD Bali, verifikasi Kemendagri dan diputuskan di sidang TPA yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.
"Dukungan tokoh-tokoh dan juga masyarakat Bali sangat penting karena tantangan tugas dari PJ Gubernur tidak ringan," ungkap Ary Dwipayana yang juga Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud di Denpasar, Selasa (5/9).
Pertama, memastikan situasi politik di Bali kondusif di tahun politik. Stabilitas politik dan keamanan adalah kunci bagi terjaganya pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang sensitif dg isu keamanan.
Kedua, situasi perubahan iklim khususnya El Nino harus betul-betul di mitigasi sehingga tdk berdampak pada inflasi dan ketahanan pangan di Bali.
Ketiga, situasi ekonomi-politik global tidak baik-baik saja sehingga perlu diantisipasi dan dimitigasi dampaknya bagi Bali.
Keempat, PJ Gubernur juga harus menuntaskan masalah-masalah jangka pendek yang dihadapi oleh Bali: problem kemacetan, pengelolaan sampah, penanganan wisatawan bermasalah dan masalah-masalah mendesak lainya. Sehingga PJ Gubernur harus mau membumi, jangan hanya asbtrak- mengawang-awang diatas langit.
Kelima, Bali juga menghadapi problem struktural: ketimpangan antar sektor (sektor pertanian dengan sektor pariwisata) dan ketimpangan antar daerah.
Untuk mengatasi itu, PJ Gubernur harus merangkul semua komponen masyarakat Bali. "Mau mendengar aspirasi dan juga suara-suara dari para tokoh, ahli dan juga masyarakat kecil. Jangan alergi kritik. Apalagi kalau ada kritik dimusuhi. Rangkul semua untuk memberikan saran perbaikan. Tidak mungkin membangun Bali sendirian. Bali dibangun dg semangat ngerombo, diangkat bareng bareng," harapnya.
Terakhir, PJ gubernur memiki posisi srrategis sebagai simpul hubungan pusat dengan daerah. Ajak para Bupati dan Walikota untuk merumuskan kepentingan Bali sebagai kesatuan yg perlu diperjuangkan bersama sama ke pusat.
"Jangan pilih kasih. Jangan ego sentris daerah. Harus mau mengajak semua bupati dan walikita perjuangkan kepentjngan seluruh kabupaten-kota bersama-sama ke pusat," imbuhnya.
Sebaliknya apa yang menjadi program prioritas Presiden Jokowi di Bali harus dijalankan sebaik baiknya. Karena banyak program pusat yang diselenggarakan di Bali atas kecintaan Presiden Jokowi pada Bali. Harus dipisahkan mana program pusat dan mana program yang memang dibuat Provinsi, mana yang kabupaten.
"Karena masing-masing level pemerintahan mempunyai tanggungjawabnya sendiri-sendiri. Jangan semuanya tergantung pada Pusat (Pak Jokowi-red)," pungkasnya. (GAB/ART/001)