Banner Bawah

Kenang MPB, Bangsal: Pusat Mengatur Strategi Tempat Perundingan “Bawah Tanah” 

Admin - atnews

2023-08-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kenang MPB, Bangsal: Pusat Mengatur Strategi Tempat Perundingan “Bawah Tanah” 
Slider 1

Badung (Atnews)  - Ketua Mada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali, I Gusti Bagus Saputra, S.H. menceritakan tokoh Bagus Made Wena sebagai sosok yang ramah, sopan santun, cinta kasih, lebih banyak mendengar daripada bicara, lebih suka memberi daripada menerma menurut cerita IB Anom Ngurah. 

Demikian disampaikan ketika menghadiri Acara Syukuran mengenang Puncak Pertemuan Rahasia Gerakan Bawah Tanah Perang Kemerdekaan RI di Bali (16 Agustus), dan HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI (17 Agustus) bertempat di Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), Hari Rabu, 16 Agustus 2023. 

Ketua Umum MPB, dr. Bagus Ngurah Putu Arhana,Sp. A(K) menuturkan berawal pada tahun 1996, tepatnya 16 Agustus 1996. Saat pertemuan ratusan veteran se-Bali di kawasan MPB (Monumen Perjuangan Bangsal) Pak Joko (Made Wija Kusuma) menyampaikan orasi tentang peran Bangsal dalam perang kemerdekaan Indonesia. 

Pihak Keluarga Besar MPB yang telah bersepakat untuk merenovasi artefak sejarah (karena himbauan Pak Joko kepada Pemerintah tidak kunjung terwujud), melangkah sesuai dengan kemampuan yang ada. 

Gayung bersambut, dukungan moril dari putera-puteri pejuang bergulir sampai akhirnya diresmikan 10 November 2008 oleh Gubernur Bali Mangku Pastika dengan penandatangan prasasti dan Wakil Gubernur Anak Agung Ngurah Puspayoga membuka selubung papan nama MPB. 

Dalam kurun waktu 15 tahun sejak diresmikan, MPB telah melakukan sekitar seribuan kegiatan. Prof. Windia mengikuti dan mengisi  hampir seluruh aktifitas tanpa mengenal lelah. Kini telah lahir prof Windia sebagai anak kecil. Terima kasih support pemuka Desa Dalung. 

Ketua DHD 45 Provinsi Bali yang diwakili oleh Sekretaris, Dr. Putra Wijaya mengatakan, DHD sebagai penerus perjuangan JSN 45. 

Sedangkan Bangsal merupakan wadah berhimpun para pejuang dalam rangkaian mengatur strategi bagaimana mengenyahkan belanda dari muka bumi pada Perang Margarana 20 November 1946. 

"Silahkan orang lain berebut kekuasaan, tapi Bangsal berebut menyelenggarakan kegiatan nuansa kebangsaan. Sudah dilaksanakan secara konkrit", ungkap Putra Wijaya di tengah menyambut Pemilu Serentak 2024.

Untuk itu, pemerintah sebaiknya perlu perhatian para veteran lebih intens sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya yang telah meneteskan darah sehingga bisa melakukan Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah hadiah yang diberikan langsung oleh penjajah.

Namun ada peristiwa sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima, Jepang oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945.

Berikutnya, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki, memaksa Jepang untuk menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya pada tanggal 9 Agustus 1945.

Pada momentum itu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Maka para pemuda  mendesak Sukarno agar segera proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadi peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih, dan lainnya membawa Soekarno, Fatmawati, dan Guntur (anak mereka yang baru berusia 9 bulan) ke Rengasdengklok. 

Alasan pemuda itu yakni agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sana, mereka meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang Indonesia siap untuk melawan Jepang.

Setelah peristiwa Rengasdengklok, Sukarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Sukarno dan Hatta menuju ke rumah Laksamana Maeda untuk melakukan rapat guna menyiapkan teks Proklamasi.

Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo, dan disaksikan oleh Soekardi, B.M. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Teks Proklamasi ditulis oleh Sukarno sendiri.

Setelah selesai disepakati, Sayuti Melik menyalin dan mengetik teks tersebut menggunakan mesin tik milik Mayor Dr. Hermanto Kusumobroto (dari kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman).

Maka dari itu, peristiwa bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, di kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi No.1), acara Proklamasi dimulai. Pukul 10.00 WIB. 

Sukarno membacakan teks Proklamasi dan pidato singkat setelahnya. Kemudian, bendera Merah Putih, yang dijahit oleh  Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA bernama Latief Hendraningrat yang dibantu oleh Soepardjo dan seorang pemudi yang membawa nampan berisi bendera Merah Putih. Setelah bendera berkibar, lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh semua peserga. Bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Proklamasi Nasional hingga saat ini.

Waktu bergulir, tepat di usia 3/4 Abad yakni pada tahun 2020, LVRI Bali bersama DHD Angkatan 45 Provinsi Bali menganugerahkan penghargaan kepada Kawasan MPB juga kepada alm. Bagus Made Wena, yang merupakan pemilik dari kawasan MPB tsb. 

Wena adalah seorang saudagar yang sangat sukses pada jamannya. Dimasa itu orang yang sukses, umumnya takut memihak para pejuang. Karena resikonya, adalah dihukum mati, atau disiksa dan seluruh rumah pasti dibumi hanguskan 

Namun Bagus Made Wena sama sekali tidak gentar. Beliau pertaruhkan semua kekayaan bahkan jiwanya untuk Indonesia merdeka. Oleh karena itu kawasan Bangsal yang kini dikenal sebagai kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) merupakan tonggak sejarah awal gerakan nasional perang kemerdekaan Republik Indonesia di Bali.

Di Bangsal adalah pusat mengatur strategi tempat perundingan “bawah tanah” para pejuang yang dipimpin oleh Made Widja Kusuma (alias Pak Joko) dengan gerakan militer dibawah pimpinan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai.

Joko, Bagus Made Wena, dan Subroto Aryo Mataram, adalah trio-pejuang yang mengelola pertemuan-pertemuan di Bangsal. Pak Subroto adalah putra dari Ki Hajar Dewantara, yang menjadi perwira penghubung TKR di Bali. 

Itulah kegiatan Bangsal di masa lalu. Konsisten membela kemerdekaan, meski resikonya adalah nyawa. Saat ini, pengelola MPB juga sudah melaksanakan dharmanya, sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhurnya. Tercatat saat ini, MPB adalah tempat kelahiran organisasi sekaligus markas berbagai macam organisasi wawasan kebangsaan diantaranya Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali, Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila (GNPP) Prov. IKA Menwa Seroja Timor Timur Provinsi Bali, termasuk Media online Atnews, dan masih banyak lagi. Artinya, Bangsal selalu menjadi tumpuan, bagi kelahiran berbagai lembaga bangsa, untuk mendukung pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila.  

Pada usia ke-77 (2022), Manajemen MPB meluncurkan Buku berjudul "Bangsal dalam Kenangan Revolusi dan Perang Kemerdekaan di Bali" menuju 1 Abad MPB  dan Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, SU dkk sebagai editor. Sebelumnya pada 21 Mei 2021, Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo juga berkesempatan berkunjung sekaligus meresmikan situs Simbol-Simbol Tempat Ibadah. 

Sementara itu, Kasmen Korps Menwa Ugracena Bali, Mumtazah Mardliyah,S.Ked yang juga wakil ketua panitia merasakan kesan sangat spesial dengan hadirnya Ny. Alm. Made Widja Kusuma, Ibu Sudarmi WK ditengah-tengah acara syukuran yang sederhana ini. 

Bersama acara ini juga kami panjatkan doa untuk mendiang Prof Windia yang sangat konsisten menggelorakan MPB sebagai Embrio Perjuangan Kemerdekaan di Bali dan memegang teguh prinsip dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. 

Direktur Atnews Wayan Artaya mengharapkan acara dapat mengingatkan generasi penerus bangsa dalam melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan menuju Indonesia emas 2045.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Korps Menwa Indonesia Kab. Badung Krisna Adi Gunartha, S.H.,M.Kn. Ia mengatakan, masa depan bangsa tergantung pada pendidikan generasi muda saat ini. 

Untuk itu, pendidikan generasi muda agar mendapatkan perhatian serius, salah satunya pendidikan bela negara dan penguatan karakter serta budi pekerti. 

Nampak hadir Ketua Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali yang juga Sekretaris Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai,S.H.,MBA.,MM; Kasmen Korps Menwa Ugracena Bali, Mumtazah Mardliyah,S.Ked; Sekretaris Desa Dalung,Sekretaris Desa Dalung I Made Trimayasa, S.E.; beserta para tokoh masyarakat dari Denpasar yang juga Owner Ayam Betutu Gilimanuk; Made Mendra,S.H.,MBA.,MM., Pensiunan Pusjarah TNI, Kol (Purn) Arsana; Tokoh Masyarakat dari Karangasem Drs. Nengah Sukartha, SU; Tim LKP Widyakara dan Keluarga Besar MPB. (GAB/MM/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dukungan TNI di Wilayah Bencana Untuk Wujudkan Stabilitas Sosial Masyarakat

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng