Denpasar (Atnews) - Kolaborasi Odissi dan Tari Bali antara Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bersama Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali Mahasiswa ISI Denpasar membuat garapan drama tari bertajuk The Blessing of Visvapujita.
Pagelaran tersebut digarap mahasiswa Prodi Seni Program Magister ISI Denpasar Angkatan 2022, Dr.Ni Ketut Dewi Yulianti yang Dosen ISI Denpasar di Gedung Candra Metu ISI Denpasar, Senin (3/7).
Pementasan seni tersebut didukung Mahasiswa FSP ISI Denpasar, siswa SMAN 1 Sukawati. Acara itu dihadiri Direktur SVCC Bali/ICCR Bali Naveen Meghwal.
Pementasan drama tari ini sekaligus untuk ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Cipta Seni yang diampu yang digelar dalam sebuah Art Exhibition yang dilaksanakan dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2023.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa seni rupa dan 11 mahasiswa seni pertunjukan.
Dewi Yulianti mengungkapkan kisah dalam drama tari ini diangkat dari kitab The Life of Tulasi Devi dan Srimad Bhagavatam tentang pohon Tulasi.
Drama tari itu digarap berbahasa Inggris yang bernuansa multikultur India, China, Papua, dan Bali ini mengandung nilai moral kesetiaan dan bhakti pada Tuhan dan jika ada masalah dalam hidup hendaknya manusia harus berserah kepada Tuhan.
"Drama tari berbahasa Inggris The Blessing of Visvapujita yang diadaptasi dari kitab The Life of Tulasi Devi dan Srimad Bhagavatam berkisah tentang berkah yang diberikan oleh Visvapujita, Dewi bhakti (goddess of devotion) di dunia material ini dalam bentuk pohon Tulasi yang dapat digunakan sebagai obat dan upacara," ujarnya.
Tulasi Devi memiliki delapan nama (Asta-Nama-Stava) yakni Vrindavani, Vrinda, Visvapujita, Puspasara, Nandini, Krsna-jivani, Visva-pavani, Tulasi Devi.
Visvapujita berarti yang di puja oleh seluruh alam semesta. Sedangkan Visvapujita/Tulasi dikenal Selasih.
Tulasi Devi merupakan tanaman yang sangat disukai oleh Sri Krishna dan menurut Veda (Siva Purana: Rudra Samhita: Yuddha Kanda 5:41:46) “Di dalam 3 dunia [Bhur Bhuvah Suvah], kau (Tulasi) akan menjadi tanaman paling suci yang mengalahkan keagungan segala jenis bunga”.
Setiap bagian dari tanaman Tulasi Devi itu sepenuhnya memiliki spiritualitas. Baik itu daun, bunga, akar, kulit, cabang, batang, maupun bayangannya.
Tulasi juga dapat kita manfaatkan sebagai tanaman obat herbal dan juga pada bagian batangnya dapat kita buat sebagai pelengkap dalam meditasi (Japa Mala Tulasi).
Dijelaskan, Tulasi lahir setelah berada di dalam kandungan ibunya selama seratus tahun surgawi pada bulan purnama, bulan Kartika, pada hari Jumat. Ibunya dikelilingi cahaya selama kehamilan karena dia mengandung titisan Dewi Laksmi.
Segera setelah dia lahir, Visvapujita memutuskan untuk pergi ke wilayah pegunungan Badarinatha untuk pertapaan.
Atas karunia Dewa Brahma, Visvapujita menikah dengan Sankacuda, yang merupakan ekspansi Sri Krishna.
Visvapujita memberikan rahmat dan berkah kepada semua orang di seluruh dunia.
Masalah yang dialami setiap orang setelah lahir, yaitu usia tua, penyakit, dan kematian.
Kelahiran yang diawali dengan sebuah kisah cinta sepasang manusia, menikah, kemudian berketurunan. Sang jiwa bertumbuh dewasa, menua, kemudian menderita penyakit.
Untuk mengurangi kesengsaraan dunia material ini, setiap jiwa harus menjalin hubungan yang harmonis dalam kehidupan.
Harmoni dengan sesama, dengan alam, dengan Tuhan, dan dengan diri sendiri. Pikiran akan damai ketika berada dalam bhakti.
Cerita drama tari itu mengandung nilai moral kejujuran (satya), belas kasih (daya), pertapaan (tapah), dan kesucian (saucam) yang dapat diperoleh melalui bhakti. (GAB/001)