Gianyar (Atnews) - Anggota DPD RI Dapil Bali Pemilik Made Mangku Pastika mengunjungi Pemilik Bali Arabica Kintamani Coffee I Komang Sukarsana yang merupakan hasil binaan Bank Indonesia.
Bali Arabica Kintamani Coffee telah berhasil menggabungkan konsep pertanian dan patiwisata Bali yang sudah dikenal seluruh dunia.
Upaya itu dilakukan agar para pecinta kopi mendapatkan rasa atau kesan yang mendalam selama menikmati Kopi Arabica Kintamani.
"Saya memang menjual narasi yang bagus, selain memang pengunjung diajak menikmati kebun langsung ke petani," kata Sukarsana di Gianyar, Jumat (5/5).
Demikian disampaikan Sukarsana ketika menerim Rombongan Reses Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara, Nyoman Wiratmaja dan Ketut Ngastawa.
Mangku Pastika memberikan apresiasi kepada Sukarsana yang sudah terapkan marketing yang mampu menarasikan dengan baik dengan gunakan bahasa Asing.
Apalagi dapat pengalaman pergi ke London, Jepang dan Rusia diharapkan dapat melihat peluang dengan cermat.
Sosok anak muda tersebut diharapkan menjadi penutan pemuda Bali dalam memulai bisnis.
Apalagi Komang tengah kembangkan restoran konsep health food dan Vegan/Vegetarian di Kawasan Ubud. Hal itu dalam menjawab trend dunia kembali pada makanan-makanan yang sehat dan ramah lingkungan.
Model usaha itu diharapkan mampu meningkatkan citra pariwisata Bali yang rama lingkungan, clean and green.
Sementara itu, Pemilik Bali Arabica Kintamani Coffee Sukarsana menjual paket kunjungan wisatawan ke kebun kopi melalui market online dengan sistem bayar melalui PayPal.
Dengan harga 45$ USD, wisatawan selama dua jama bisa menikmati pemandangan kopi yang indah sembari bisa menikmati kopi, local food dan romantic lunch di Restoran Kintamani.
Pengalaman wisatawan selama mengunjungi kebun kopi, diharapkan penunjung bisa lebih menghargai jerih payah petani kopi. Untuk itu, harga jual kopi bisa lebih tinggi sehingga petani bisa lebih sejahtera.
Ia pun berharap agar komoditi kopi tetap lestari dengan bantuan pemerintah di tengah konversi lahan kopi menjadi lahan tanaman sayuran.
Sukarsana sempat meraih Pemuda Agro Inovator Teladan oleh Mentri Pertanian (2017) dan Perwakilan kopi bali di Indonesia Coffee Day di London, Inggris (2018).
Pada tahun 2012, Sukarsana bertemu dengan pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menerima tawaran pasar satu pintu untuk kopi kintamani dari bank tersebut di Festival Coffee Indonesia, Ubud, Kabupaten Gianyar.
Ia banyak berkolaborasi dengan Bank Indonesia. Bahkan pernah mengikuti Lomba Wirausaha Muda Pemula berbasis teknologi (technopreneur) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli bekerjasama dengan Kemenpora, BPPT dan Bank Indonesia (BI) Bali yang mengantarkannya menjadi pengusaha muda kopi Kintamani yang sukses. Ide bisnisnya untuk pengembangan kopi Kintamani keluar sebagai finalis terbaik.
Program berjalan dan terbentuk koperasi MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) kopi kintamani. Dia pun berkesempatan ikut belajar di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, di Jember (Jawa Timur) hingga memasarkan kopi Kintamani keliling Indonesia,” ceritanya.
Pengalaman itu membuatnya yakin kopi Kintamani harus banyak dikenal orang seluruh dunia. Bersamaan dengan terpilih sebagai salah satu pemenang wirausaha muda pemula berbasis teknologi (teknopreneur). (GAB/ART/001)