Denpasar (Atnews) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengunjungi Pod Chocolate Junglegold Bali Sanur di Denpasar, Selasa (28/3).
Kedatangan itu sebagai bentuk dukungan Menteri Bintang Puspayoga kepada pengembangan produk-produk lokal Bali.
Meksipun produk Junglegold Bali belum ekspor tetapi kualitas sudah bagus yang diciptakan oleh Owner Toby Garritt bersama I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha yang akrab dipanggil Gek Inda yang juga Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali.
Junglegold Bali menciptakan cara baru yang lebih baik dalam memproduksi coklat yang menjadikan bumi sebagai planet yang lebih sehat.
"Dengan sangat hati-hati kami menggabungkan bahan baku alami dengan resep otentik, menggunakan teknik produksi yang inovatif guna menghasilkan coklat lezat dan menggandung cita rasa lembut dari susu namun seluruhnya berbahan nabati," ujar Gek Inda yang juga Ketua Bali Enterpreneur Network (BEN) Bali.
Meskipun belum mampu menyatakan sebagai produk organik demi menjaga keberlanjutan produksi. Tetapi pihaknya komitmen menggunakan berbahan nabati cokelat plant-based.
Kalau tidak salah Junglegold Bali merupakan pabrik cokelat pertama di dunia yang 100% plant-based, sehingga tidak ada risiko tercampur dengan kandungan susu hewani. "Produk kami cocok bagi yang vegetarian dan tidak bisa mengkonsumsi laktosa," ujarnya.
"Melalui peralihan dari susu hewani menjadi cokelat plant-based menunjukan dukungan nyata kami terhadap kesehatan manusia, perubahan iklim, sumber daya alam, dan kepedulian terhadap satwa," imbuhnya.
Dikatakan pula, bahan baku utama kedua Junglegold Bali selain kakao adalah gula. Tidak semua gula dibuat dengan cara yang sama. Kami menggunakan gula kelapa di semua produk dark chocolate (kecuali pada produk 99% yang tanpa gula).
Gula kelapa yang digunakan bukan berasal dari kelapa melainkan dari cairan khas bunga kelapa (nektar) yang kami kumpulkan, lalu dimasak, dan dibuat kristal. Dibuat oleh petani Indonesia secara tradisional sehingga menghasilkan gula dengan rasa sangat otentik dan alami. Tanpa bahan kimia, pengawet, atau zat aditif lainnya.
Selain itu, pihaknya juga menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan resep awal non-dairy milk dengan memanfaatkan bahan- bahan terpilih dan tehnik produksi yang inovatife untuk membuat non- dairy milk chocolate sama lezatnya dengan dairy milk chocolate namun seluruhnya berbahan nabati.
Ia pun menggunakan metode yang sama untuk memproduksi selai coklat. Selai coklat yang digemari sebagian besar masyarakat biasanya memiliki kandungan lebih dari 50% gula (gula pasir) dan berbasis susu hewani. Selai coklat kami mengandung lebih sedikit gula dan tanpa susu hewani.
Maka dari itu, mengkonsumsi plant-based adalah salah satu cara terbesar untuk mengurangi dampak negatif terhadap bumi.
Lebih sehat dan bersahabat dengan satwa. Lebih baik sebagian besar dari kita sesekali saja makan makanan nabati, daripada terus menerus makan makanan nabati tapi hanya sedikit orang yang melakukannya.
Mulailah dengan langkah kecil, dengan perubahan yang tidak terlalu ekstrim dan mudah dikelola. Misal dengan konsumsi plant-based sekali atau dua kali sepekan.
Diet plant-based telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan beberapa penyakit kanker.
Diet plant-based khususnya yang rendah lemak juga telah terbukti menyembuhkan penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2. Konsumsi makanan plant-based juga dapat menjaga berat badan secara berkesinambungan.
Mengingat industri daging dan susu memanfaatkan lebih dari 80% lahan pertanian dunia, namun hanya berkontribusi kurang dari 20% kalori yang dikonsumsi (Science Magazine).
Diperlukan 144 liter air untuk menghasilkan 1 liter susu. 93% dari air ini digunakan untuk menghasilkan pakan ternak seperti jagung dan kedelai. Seekor sapi perah menghasilkan 6 liter susu per hari, tapi menghabiskan pakan hingga 45kg dan menghasilkan sekitar 37kg limbah (FAO).
Dan ada lebih dari 264 juta sapi perah di seluruh dunia. Bahkan The Independent menyatakan “Perusahaan-perusahaan daging dan susu adalah kontributor terbesar di dunia untuk perubahan iklim, bahkan melampaui pengaruh dari industri bahan bakar fosil. Ketika disatukan, lima perusahaan daging dan susu teratas dunia menghasilkan emisi lebih banyak daripada ExxonMobil, Shell, atau BP."
Selain itu, Junglegold Bali memiliki 60 persen lebih pegawai perempuan. Dengan hal tersebut, Bintang Puspayoga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang sudah melakukan pemberdayaan perempuan.
Bintang Puspayoga telah mengunjungi pula Pod Chocolate Junglegold Factory ketika usai Denpasar melayat ke rumah almarhum I Gusti Ngurah Alit Yudha bertempat di Puri Ngurah Rai Carangsari, Kamis (9/2).
Almarhum merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, putra dari Pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang menghembuskan nafas terakhirnya pada Hari Senin 12 Desember 2022 lalu, di Usia ke 76 Tahun dan berpulang akibat terkena serangan jantung saat dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar sejak Jumat 9 September lalu.
Bintang Puspayoga juga akan menjadi produk-produk unggulan lokal menjadi cindera mata ketika melakukan kunjungan keluar negeri. Apalagi Pod Chocolate Junglegold hasil dari petani Bali yang sudah dikemas dengan profesional.
Packing Pod Chocolate Junglegold hasil karya seniman Bali dan pelukis anak Bali. Hal itu tentu akan menjadi kebanggaan daerah dan negara jika produk-produk lokal dibantu dipromosikan oleh pemerintah.
Sementara itu, Gek Inda merasa bangga atas dukungan Menteri Bintang Puspayoga yang konsisten mendukung pemberdayaan kaum wanita.
Rombongan Menteri Bintang Puspayoga memang penuh nuansa kekeluargaan, mereka bersama rombongan berbelaja produk Pod Chocolate Junglegold.
Dengan demikian, produk Pod Chocolate Junglegold semakin dikenal oleh masyarakat yang menggunakan hasil pertanian dari Pulau Dewata. (GAB/art/001