Banner Bawah

Selamat Jalan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti

Admin - atnews

2023-01-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Selamat Jalan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti dari Griya Batur Tonjaya Tonja sebagai Penasehat Yayasan Parisada Hindu Dunia (WHP) telah berpulang  pada Hari Kamis (12/1) di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Kelahiran 10 Mei 1951 dengan nama walaka I Putu Sariyana, dinilai sebagai sulinggih yang berwawasan luas dan pluralis. 

Dengan menjalankan spiritual dengan penuh teladan. Meksipun bergaul dan lama di Eropa, namun Ida Rsi teguh dengan tradisi, akar budaya Bali yang adi luhung.

Ida Rsi menguasai bahasa asing Inggris, Spanyol, Italia juga sangat fasih berbahasa Bali Alus.

Kemampuan itu diperoleh dari Riwayat Pekerjaannya  sebagai Guide bahasa Inggris/Spanyol/Italia sales di Bill, kemudian mendirikan Batravko (Travel) dan terakhir mendirikan APA Tours (Travel). Termasuk sebagai  Dosen bahasa Italia di Lab Bahasa Unud, Niki serta di SPB.

Menempuh pendidikan SD Kesiman (1956-1962), SLUB (1964-1967), SLUA (1968-1971), Akademi Bahasa Asing (3 tahun), Sekolah berijasah di Spanyol : Assimil (1.5 tahun) dan Italia : Societa Dante Alighieri (9 bulan), Menyelesaikan S1 Ilmu Agama di UNHI : 200, Menyelesaikan S1 Sastra Inggris di Udayana : 2005, Menyelesaikan S2 sastra Inggris di Udayana : 2009 (Cum Laude).

Budayawan Putu Suasta yang juga Alumnus UGM dan Cornell University mengagumi pemikiran Ida Rsi  yang berwawasan global, pluralis dan berorientasi pada humanisme universal.

"Selamat Jalan Ide Rsi. Tiyang sangat bersyukur telah mendapat kesempatan menjaga dan berdialog panjang di rumah sakit,hari hari terakhir beliau, sampai meneteskan air mata melihat keadaan sulinggih kita. Beliau adalah seorang sulinggih yang selalu hangat, ramah dan pribadi yang menyenangkan," kata Suasta di sela-sela melayat bersama Rombongan Anggota DPD RI Made Mangku Pastika yang juga Presiden WHP , Senin (16/1).

Suasta mengatakan, Ida Rsi berpendidikan di manca negara, berbahasa multi bangsa, berpengetahuan luas, berpandangan multi dimensi, cerdas, kritis dan selalu  teguh dengan prinsip Vaisnawa, prinsip spiritualitas dan kemanusiaan Universal.

Bagaimana teologi dan ideologi Vaisnawa dipahami dan bekerja dalam keidupan nyata dan aktivitas kehidupan sosial, kultural, politik- kekuasaan dalam dunia yang berubah secara gradual dan simultan. 

Kita  memahami ajaran Vaisnawa dengan mengambil Gandhi sebagai model praktis. Seorang Gandhi dibesarkan dan tumbuh sebagai seorang penganut dan pemuja ajaran Vaisnawa yang sangat taat dan patuh. 

Keluarga dan nenek moyangnya Gandhi secara turun temurun beberapa generasi adalah penganut ajaran Vaisnawa yang taat mempelajari, membaca, memahami Bhagawan-Gita dengan komprehensif.
 
1.  Spirit Vaisnawa dalam Satya Graha
Bagi Gandhi Satyagraha adalah pembenaran kebenaran bukan dengan melakukan perlawanan kekerasan pada musuh  tetapi pengendalian pada diri sendiri secara dan sistematis. Satya Graha adalah jalan damai jalan lentur tanpa menghilangkan prinsip. Jika kata – kata gagal untuk meyakinkan musuh maka jalan kerendahan hati, kejujuran dan ketegasan sikap bias dilakukan, lawan harus dikalahkan ditundukkan bukan dihancurkan. Musuh harus diinfeksi dengan ide – ide baru untuk merubah pemahaman dan menanamkan semangat baru supaya dapat merubah menjadi kesadaran baru secara gradual. Satyagraha merupakan latihan kekuatan, tidak melalui kekerasan atas orang lain melainkan atas diri sendiri.

Mahatma Gandhi menerapkan 2 jenis Satyagraha. Pertama “ Pembangkangan Sipil” yang mencakup pengertian beradap dan penuh kesopanan. Pembangkangan ini tidak dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik. Kedua “ Non Kooperatif” artinya menolak kerjasama dengan pihak lawan (penjajah) serta menolak tunduk pada ketidakadilan contohnya boikot ekonomi, penolakan bayar pajak pada penjajah, pemogokan kerja, ini semua dimaksud untuk memperlemah kekuatan ekonomi penjajah sehingga daya cengkram  kekuasaannyapun berangsur melemah.

Praktik Satyagraha ini bukan ditujukan pada perorangan,melainkan kepada sistem yang sarat dengan ketimpangan ketidakadilan yang menjadi episentrum penderitaan rakyat.
 
II. Spirit Vaisnawa Gandhi dalam Swadeshi
Mengutip dari situs The Metta Center for Nonviotence, Swadeshi berasal dari Bahasa Sansekerta “Swa” yang berarti diri sendiri dan “Desh” yang berarti Negara. Maka Swadeshi dapat diartikan Mengurus Negara Sendiri.

Konsep Swadeshi, semangatnya adalah Swaraj atau berdiri diatas kaki sendiri memulihkan kepercayaan diri bahwa mampu mengeola diri sendiri dalam semua cara, teknis dan bentuk perlakuan. Menolong diri sendiri, menolong masyarakat, menolong bangsa, dan memerintah Bangsa dan Negara sendiri tanpa mau dijajah atau diperintah oleh bangsa asing , istilahnya Bung Karno ‘’ Berdikari berdiri diatas kaki sendiri “. Swadesh merupakan jalan damai yang dicita – citakan bangsa India untuk merdeka dari penjajah Inggris . Swadeshi merupakan aktivtas gerakan yang memboikot produk asing produk penjajah seperti hasil pangan, produk tekstil, produk teknologi dan lain sebagainya dan mengajak masyarakat untuk menggunakan semua produk lokal.

Swadeshi merupakan prinsip cinta terhadap tanah air  patriotis dan ditujukan dengan suatu pengbdian terhadap negara berdasarkan rasa kemanusiaan dan keadilan. Menurut Gandhi, gerakan Swadeshi dimulai dari pengabdian diri untuk keluarga, pengabdian keluarga untuk desa, pengabdian desa untuk negara dan negara untuk kemanusiaan yang universal.
 
III. Ahimsa dan Vaisnawa
Konsep Ahimsa merupakan sebuah prase dari Bahasa sansekerta dari kata ‘’ Himsa = kekerasan, pritek a = tanpa , sehingga Ahimsa artinya Nir-kekerasan.
Ahimsa berarti tidak memiliki keinginan untuk menyakiti orang lain , tidak membahayakan diri sendiri dan seluruh mahluk di semesta ini. 

Menghindari seluruh aktivitas kehidupan terutama dengan masyarakat social dengan kekerasan. Sebenarnya prinsip ahimsa memiliki hubungan dan makna yang erat dengan hukum karma, hukum aksi- reaksi yang berdimensi waktu. Karma yang dilakukan oleh siapa saja baik itu berupa pikiran, perkataan maupun perbuatan langsung ketika akan berakibat langsung pada siapa saja yang melakukannya dalam dimensi waktu.

Kontribusi terbesar yang telah diberikan Gandhi kepada kemanusiaan adalah pesannya tentang nir-kekerasan sebagai jalan perdamain, keadilan dan Tuhan. Gandhi sangat serius ketika menghayati perintah-perintah suci ajaran Injil bahwa “kamu tidak boleh membunuh” dan cintailah musuh-musuhmu. Dia memandang bahwa ajaran ini parallel dengan tradisi Hindu tentang Ahimsa (tidak boleh membunuh), dan Gandhi menerapkan penolakan kekerasan terhadap hati dan hidupnya, pada Afrika Selatan, India, dan dunia. 

Tetapi Gandhi mempunyai pemikiran bahwa nir-kekerasan bukanlah sekedar penolakan untuk membunuh. Nir-kekerasan adalah sebuah aksi atau tindakan cinta kasih dan kebenaran sebagai kekuatan yang positif untuk mewujudkan perubahan sosial.

Bahkan, Gandhi selalu menekankan bahwa nir-kekerasan merupakan kekuatan yang paling aktif dan tangguh di dunia ini. Hal ini bias terjadi karena Gandhi memandang bahwa ni-kekerasan merupakan kekuatan dari Tuhan, metode Tuhan, kekuatan Tuhan yang bekerja dalam bangsa manusia. Gandhi menyimpukan bahwa kekuatan nir-kekerasan ini melebihi kehebatan yang dimiliki persenjataan nuklir. 

Dengan prinsip nir-kekerasan inilah pelucutan senjata bisa menjadi keniscayaan.Nir-kekerasan akan selalu berhasil, karena prinsip ini menggunakan kerelaan menangungkan semua penderitaan dengan penuh rasa cinta, dan ini semua akan meluluhkan hati umat manusia.
Pada saat Gandhi berposisi sebagai perumus strategi politik yang brilian dan revolusioner, apa yang telah dia susun sangat berbeda, otentik dan unik dibandingkan dengan gagasan-gagasan lainnya. 

Letak perbedaan dan keunikannya adalah karena ketika melakukan praktek perjuangan nir-kekerasan dalam ranah publik dia sepenuhnya menyandarkan dirinya pada eksistensi Tuhan. Bagi Gandhi nir-kekerasan bukan sekedar sebuah strategi tetapi merupakan spiritualitas, jalan hidup (way of live), dan pusat dari keyakinan dan praktek ke-beragama-an dan spriitualitasnya. Begitulah Ide Rsi meyakinkan Ajaran Vaisnawa Dengan mempelajari praktek, praksis Gandhi sebagai seorang Visnawa. 

Memang kalo sudah sampai waktunya Bagaimanapun keadaan dan situasi manusia dan semua mahluk, dia tidak kuasa melawan kehendak takdir semesta. Hal ini juga tertuang dalam Bhagavadgita 2.27. Jabatan setinggi langit, kaya-miskin, tua-muda, keyakinan apa saja, Semuanya pasti akan sampai di garis finish," ujarnya.

Menurutnya, di bumi dan langit ini, tidak ada yang abadi semuanya akan berlalu. Musim berganti, angin berubah arah. Semua manusia semua mahluk akan kembali pulang ke asalnya. Semua mahluk memiliki karma  dan takdirnya sendiri. 

Kematian datang kapan saja disetiap kesempatan tanpa menunggu aba-aba, tanpa menunggu waktu, siap atau tidak siap. 

"Selamat jalan mentor spiritual kita Ida Rsi Bhujangga Waisnawa  Dwija Hari Murti. Tidak ada kata dan kalimat yang cukup sempurna untuk menggambarkan sedihnya perjalanan waktu. Semoga jalanmu pulang  dilapangkan ke alam Sunialoka, Alam Keabadian," harapnya.

Sementara itu, Putra Ida Rsi, dr. I Made Tusan Sidharta Sp.OP, M.Biomed mengatakan puncak upacara Pelebon akan digelar pada bulan mendatang, tanggal 10 Februari 2023, diawali dari tanggal 28 Januari 2023.

Baginya, Ida Rsi  sebagai seorang Bapak sekaligus guru. "Ida Rsi memang beliaunya cerdas. Memang mampu berbahasa Italia, Spanyol maupun Berbahasa Bali halus," ujarnya.

Meskipun Ida Rsi mendidik anak-anaknya dengan keras tetapi diyakini memiliki tujuan yang baik.

Ia sempat berpesan agar tetap menjaga persaudaraan dan pertemanan. "Karena sampai matipun kita perlu teman," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya tetap diminta agar melaksankan Upakara Pelebon dengan sederhana. Namun sebagai seorang anak tetap akan melakukan yang terbaik sebagai wujud bhakti. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Weda Memperkuat Konsep Pembangunan Bali 

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali