Banner Bawah

Siapkan SDM Berkebun ke Luar Negeri, KAC - BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Siswa Selama Pelatihan

Admin - atnews

2022-12-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - Siapkan SDM Berkebun ke Luar Negeri, KAC - BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Siswa Selama Pelatihan
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaori Academy Center (KAC) bagian dari Kaori Group memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dalam mengikuti pelatihan selama tiga bulan. 

Dengan mendaftarkan siswa LPK KAC untuk angkatan ketiga kepada BPJS Ketenagakerjaan. Siswa tidak dipungut biaya lagi,  karena sudah termasuk dalam biaya Rp10 juta untuk mengikuti program pelatihan perkebunan.

Upaya itu, dalam memastikan siswa LPK KAC tidak khawatir selama mengikuti  berlatih baik yang mau bekerja di luar negeri tujuan United Kingdom (UK), Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Selain itu, KAC juga menyiapkan pelatihan SDM bagi mereka yang ingin bekerja sambil kuliah di Australia dan UK. 

"Mereka bisa pilih kampus saja di Australia dan UK, kami sudah lakukan kerjasama. Program ini bisa membuka cakrawala masyarakat yang khawatir biaya kuliah di luar negeri mahal. Tetapi kalau kita kreatif, biaya kuliah bisa didapat dengan cara mengikuti program ini, bekerja sambil kuliah,"  kata Direktur Utama Kaori Group Ni Kadek Winie Kaori I.M,SE, MM di Gianyar, Selasa (20/12).

Demikian disampaikan ketika Penandatangan Kerja Sama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar dan Kaory Academy Center tentang Kepersertaan Program Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan kepada Peserta Pemangan.

Secara simbolis, kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan diterima oleh Ni Wayan Armini dari Ubud siswa KAC Angkatan III. Armini berencana kuliah sambil bekerja di Australia.

Maka dari itu, siswa-siswa yang akan mendaftar KAC secara otomatis terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, saat ini sudah didaftarkan 20 orang. 

Sedangkan Angkatan I pihaknya memiliki sebanyak 348 siswa, sudah ada 104 berangkat ke UK bidang Agricultire pada Mei lalu. "Mereka bekerja selama enam bulan dalam dua tahun," ujarnya. 

Namun siswa KAC Angkatan II tersebar 259 di negara. 500 orang di Lovina, begitu juga dari Karangaeem dan Dalung (Badung). 

KAC mulai berdiri Februari 2022 dan secara simultan bergerak di seluruh kabupaten/kota di Bali. Pihaknya telah mendapatkan izin antara lain KAC Cabang  Lovina (Disnaker Buleleng), KAC Negara (Disnaker Jembrana), dan KAC Lombok (Disnaker  Lombok Barat).

Sedangkan KAC yang yang sedang dalam proses perizinan yakni KAC Gianyar, Dalung dan Klungkung yang proses perizinan disebut sudah mencapai 90 persen rampung. 

Sejak berdiri 10 bulan lalu, KAC sudah menarik perhatian lebih dari 1.000 orang yang berharap bisa bekerja di luar negeri, terutama Inggris dan Australia.

“Memang benar kami adalah LPK yang tidak bisa mengirim Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri, karena itulah kami bekerja sama dengan PT Alzubara Manpower Indonesia yang merupakan perusahaan resmi dan memiliki semua legalitas untuk mengirim PMI ke luar negeri,” kata Kaori.

Hingga saat ini sebanyak 104 lulusan KAC sudah diberangkatkan ke Inggris sebagai pemetik buah. Pendapatan mencapai puluhan juta rupiah per bulan menjadi daya tarik bagi CPMI hingga terdata lebih dari 1.000 orang mendaftar.

Terkait dengan pegiriman berikutnya para peserta lulusan KAC, Kaori menyebut dijadwalkan pada awal 2023 mendatang. “Pihak users di UK sudah meminta pengiriman 2.000 tenaga kerja pada bulan Maret mendatang, karena bertepatan dengan dimulainya musim panen (buah),” jelas Kaori sembari menunjukkan surat izin perekrutan pekerja migran Indonesia dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk PT Alzubara Manpower Indonesia .

“Jadi sebenarnya keberadaan KAC  adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan solusi kehidupan yang lebih baik terutama kondisi masa pandemi yang telah meluluhlantahkan perekonomian Bali yang utamanya tergantung dari pariwisata,” kata Kaori. 

Oleh karena itu ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada KAC. “Kepada seluruh kandidat, calon kandidat maupun orangtua yang ingin memperbaiki nasib keluarga dengan bekerja ke luar negeri, jangan terhasut dengan berita tidak berimbang. Silakan lihat sendiri, bagaimana kami, membimbing dan memotivasi para pemuda agar bisa hidup lebih baik,” ujarnya.

Antusias masyarakat mengikuti program itu cukup besar, terbukti banyak lulusan sarjana ikut mendaftar baik keperluan bekerja maupun melanjutkan perkuliahan atau kuliah di luar negeri dari lulusan SMA/SMK.

Selain itu, ada pula yang sudah berumah tangga atau pernah sudah bekerja di tempat lain. Namun kini mereka ingin mengubah kehidupan keluarga agar lebih sejahtera, termasuk berkontribusi sebagai pahlawan devisa. 

Kebutuhan tenaga kerja pertanian cukup besar di luar negeri, misalnya di Australia bagian Melbourne yang membutuhkan 500 orang per bulan.

Untuk itu, pihaknya akan mendirikan perusahaan PT Kaori Internasional Network Tahun 2023 dalam memudahkan memberangkatkan tenaga kerja, tidak saja ada perusahaan luar negeri bercabang di Bali. Namun ada pula kantor pusatnya langsung dari Bali. 

Sementara itu, dua warga Buleleng yang bekerja di United Kingdom, Inggris mengaku senang bisa bekerja di negeri tersebut.

“Meski sebagai pemetik apel, kami mendapat upah yang sangat memadai dan bisa membawa pulang sejumlah uang untuk keluarga,” ungkap Made Kertayasa dan rekannya I Ketut Sabda Wahyudi yang sama-sama asal Singaraja.

Menurut Kertayasa, tempat bekerjanya di Inggris atau sering disebut pula Great Britain, pihaknya bekerja sebagai pemetik buah apel di sebuah perkebunan dari Bulan Juli hingga Desember. Gajinya sepekan sekitar Rp9 juta. “Jadi dalam sebulan bisa dapat Rp36 juta. Jumlah itu akan bertambah kalau ada semacam lembur,” tambahnya.

Karena itu Kertayasa mengaku sangat senang bekerja di Inggris, meski sebagai pemetik apel. Rekannya Wahyudi juga mengaku senang.

Keduanya bahkan ingin cepat-cepat bisa segera balik agar bisa kerja lagi. “Saat ini disana lagi musim salju, jadi kami libur dua bulan hingga Februari,” ujarnya. Para pekerja jebolan KAC yang berjumlah 104 orang termasuk Made Kertayasa dan rekannya I Ketut Sabda Wahyudi berangkat ke Inggris Juli lalu dan akan menjalani kontrak kerja selama setahun.

Kertayasa dan Wahyudi mengatakan, biaya hidup di Inggris juga tidak terlalu tinggi. “Untuk makan cukup Rp3 juta sebulan,” ujarnya. Kini Kertayasa mengaku tidak lagi sebagai pemetik buah. Ia di percaya menjadi driver di perkebunan. “Ketika melamar saya juga cantumkan pengalaman sebagai driver,” tambahnya.

Pengalaman yang berharga Mertayasa, pihaknya dapat menyaksikan pemakaman Ratu Elizabeth II lewat seremoni kenegaraan yang disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia. Ratu Elizabeth II telah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun tersebut.

"Kebetulan tempat bekerja Wood Field, daerah Ross an Way tidak jauh dari acara tersebut," pungkasnya. (Gab/ART/001) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : MPB dalam Kenangan

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali