Badung (Atnews) - Pimpinan Gugus Kebangsaan (GK) Prov. Bali, hari Kemis sore (15/12), melayat ke rumah duka, alm I Gusti Ngurah Alit Yudha. Lokasinya, bertempat di Puri Ngurah Rai di Desa Carangsari, Kab. Badung. Hadir dalam acara melayat itu, Ketua dan Sekretaris GK Prov. Bali, masing-masing Prof. Wayan Windia dan Bagus Ngurah Rai, BA, SH, MBA,MM.
Di Puri Ngurah Rai, tim GK disambut hangat hampir semua keluarga besar Puri Ngurah Rai, termasuk mantan Ketua PD PPM Bali, Ir. Anak Agung Nanik Suryani. Nanik Suryani mengatakan sangat sedih dengan kepergian almarhum pamannya. Karena pamannya menjadi teladan dalam kegiatan ber-organisasi, khususnya di PPM (Pemuda Panca Marga). Alm I Gusti Ngurah Alit Yudha adalah putra bungsu dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Almarhum adalah pendiri dan ketua pertama dari PD PPM Bali, yang didirikan pada tahun 1971.
Sekretaris GK Prov. Bali, yang juga adalah Manager Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), Bagus Ngurah Rai mengatakan, bahwa pihaknya juga merasa sedih dengan kepergian Bung Alit Yudha. Bahwa MPB memiliki kaitan emosional dengan Puri Ngurah Rai.
Karena Monumen MPB, Monumen Perang Laut di Jembrana, Monumen Munduk Malang di Tabanan, dan Monumen Margarana di Tabanan memiliki kaitan benang merah yang kuat. Margarana adalah lokasi gugurnya Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Kaitan benang merah perjuangan tsb, selalu dikatakan oleh Made Widja Kusuma (Pak Joko). Pak Joko adalah wakil dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, dalam memimpin perang kemerdekaan di Bali.
Bagus Ngurah Rai yang juga Pemred Atnews mengatakan bahwa dengan telah berpulangnya alm Alit Yudha, maka perjuangan keluarga pejuang di Bali semakin berat. Khususnya dalam menegakkan kehormatan veteran dan pejuang kemerdekaan di Bali. Alit Yudha, semasa hidupnya, meski sangat pendiam, namun sangat karismatik dalam kehidupan sosialnya.
Oleh karenanya, almarhum sangat disegani oleh kawan dan lawan di masyarakat Bali.
Sementara itu, Windia mengatakan bahwa ia sebaya dengan Bung Alit Yudha. Ia selalu bersama-sama dengan almarhum dalam mengembangkan organisasi PPM di Bali, sejak berdirinya pada tahun 1971. Kemudian merintis pendirian PPM di tingkat nasional,yang mulai berdiri pada tahun 1981. Ia merasa sangat kehilangan dengan kepergian almarhum, karena persahabatannya dirintis sejak tahun 1971 hingga akhir hayatnya.
Sedangkan, Direktur Utama Atnews Wayan Artaya turut mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya I Gusti Ngurah Alit Yudha.
Generasi muda patut meneladani inspirasi positif Gung Alit. Mengingat Gung Alit tidak saja dihormati oleh teman-teman seperjuangannya di PPM. Tetapi juga oleh para veteran dan pejuang kemerdekaan. Para orang tua itu, melihat figur I Gusti Ngurah Rai di wajah Gung Alit. Demikianlah setelah malang melintang di kancah politik, akhirnya sempat menjadi Ketua DPD Golkar Bali, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bali, anggota DPRD Prov. Bali dan anggota DPR-MPR RI di Jakarta. (GAB/WIN/001)