Banner Bawah

Benar - Salah Bhasya Bhagavad Gita

Admin - atnews

2022-09-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Benar - Salah Bhasya Bhagavad Gita
Slider 1

Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
“Sembah sujud kepada Maharsi Krishna Dwipayana yang diberi gelar Vedaviyasa pada Manwantara ke 7 ini yang telah menulis kembali ajaran Veda dan Bhagavad Gita serta lainnya. Mohon ampunan atas kesalahan dalam menarasikan mahawakya ini”. 

Banyak orang terinspirasi atas sloka-sloka dalam Bhagavad Gita, dan hidupnya menjadi bermanfaat bagi kemanusiaan. Akan tetapi banyak juga orang, khususnya akhir akhir ini yang mempersoalkan materi spiritual Bhagawad Gita, terkait berbagai versi. Kita menyadari bahwa perbedaan dalam hal menafsirkan ajaran Veda sesuatu yang wajar karena latar belakang yang berbeda. Itulah sebabnya maka sejak adanya manusia pertama (Manu) yang kemudian menjadi Vedaviyasa (Swyambhumanu) menulis Daharma Sastra yang didalamnya ada diatur tentang Parisada. Parisada berwenang memutuskan keraguaraguan dalam hokum Hindu.

Bukankah kita sangat maklum, tidaklah apik bila kita sebagai manusia dapat memahami sesuatu yang tidak terbatas. Bukankah manusia itu masalahnya pada keterbatasannya? Ada 1019 cabang Veda dan yang tinggal di bumi janya 21 cabang, lainnya raib ke alam semesta (Kitab Haruna Prashna). Bila pada saatnya Tuhan akan turun ke Bumi dalam wujud Avatara untuk membawa kembali ajaran Veda.

Membaca dan merenungkan makna sloka-sloka Bhagavad Gita adalah sebuah anugrah yang menghasilkan kedamaian. Mereka ini orang-orang beruntung. Namun memang banyak sekali versi Bhagavad Gita, yang dapat menimbulkan silang penafsiran bahkan sampai pada “menyalahkan” dan “membenarkan”. Bagaimana mungkin manusia yang terbatas dapat menyalahkan sesuatu yang tidak terbatas.

Bagi mereka yang memiliki kesadaran, versi adalah kekayaan yang patut disyukuri, karena mereka sudah memahami instisasi. Inilah beda antara dogma dan kesadaran. Dogma adalah ruang yang membuka debat sedangkan kesadaran adalah ruang para penyembuh. Orang orang yang benar benar ingin sembuh akan menuju para penyembuh untuk memperoleh kesadaran sejati. Mereka adalah guru-guru suci.

Mari kita baca apa pendapat orang-orang yang bermanfaat bagi kemanusian, tentang Bhagavad Gita.

When I read the Bhagavad-Gita and reflect about how God created this universe everything else seems so superfluous.” ~ Albert Einstein

The Bhagavad-Gita has a profound influence on the spirit of mankind by its devotion to God which is manifested by actions.” ~ Dr. Albert Schweizer

The Bhagavad-Gita is the most systematic statement of spiritual evolution of endowing value to mankind. It is one of the most clear and comprehensive summaries of perennial philosophy ever revealed; hence its enduring value is subject not only to India but to all of humanity.” ~ Aldous Huxley

The Bhagavad-Gita is a true scripture of the human race a living creation rather than a book, with a new message for every age and a new meaning for every civilization.” ~ Rishi Aurobindo

The idea that man is like unto an inverted tree seems to have been current in by gone ages. The link with Vedic conceptions is provided by Plato in his Timaeus in which it states…” behold we are not an earthly but a heavenly plant.” ~ Carl Jung

“In the morning I bathe my intellect in the stupendous and cosmogonal philosophy of the Bhagavad-Gita, in comparison with which our modern world and its literature seems puny and trivial.” ~ Henry David Thoreau

The marvel of the Bhagavad-Gita is its truly beautiful revelation of lifes wisdom which enables philosophy to blossom into religion.” ~ Herman Hesse

The Bhagavad-Gita calls on humanity to dedicate body, mind and soul to pure duty and not to become mental voluptuaries at the mercy of random desires and undisciplined impulses.”
“When doubts haunt me, when disappointments stare me in the face, and I see not one ray of hope on the horizon, I turn to Bhagavad-Gita and find a verse to comfort me; and I immediately begin to smile in the midst of overwhelming sorrow. Those who meditate on the Gita will derive fresh joy and new meanings from it every day.”~ Mahatma Gandhi

The Bhagavad-Gita deals essentially with the spiritual foundation of human existence. It is a call of action to meet the obligations and duties of life; yet keeping in view the spiritual nature and grander purpose of the universe.” ~ Pandit Jawaharlal Nehru

I owed a magnificent day to the Bhagavad-Gita. It was the first of books; it was as if an empire spoke to us, nothing small or unworthy, but large, serene, consistent, the voice of an old intelligence which in another age and climate had pondered and thus disposed of the same questions which exercise us.”
“The Bhagavad-Gita is an empire of thought and in its philosophical teachings Krishna has all the attributes of the full-fledged montheistic deity and at the same time the attributes of the Upanisadic absolute.” ~ Ralph Waldo Emerson

“In order to approach a creation as sublime as the Bhagavad-Gita with full understanding it is necessary to attune our soul to it.” ~ Rudolph Steiner

“The secret of karma yoga which is to perform actions without any fruitive desires is taught by Lord Krishna in the Bhagavad-Gita.” ~ Vivekananda

Renungan:
Sungguh beruntung Umat Hindu mengenal “Aham Brahma Asmi”,  Tat Twamasi, Ahimsa, Vaishudewa Khutumbhakam, Trikaya Parisuda, Seva, Dhanam, Tapasya, Catur Marga dan lainnya yang dengan mudah kita temukan dalam Bhagavad Gita. 

Bhagavad Gita telah menjadi bacaan setiap orang, tidak mengenal latar belakang pembacanya. Bahkan mahluk-makluk gaibpun membacanya dan mendengarkan dengan lebih tekun. 

Menurut Visnu Purana, yang juga dijelakan dalam Maha Purana yang lainnya setiap hari Samanveda berkumandang di Ayodya bagian utama dari Waikunta, yang dilantunkan oleh para dewa dipimpin oleh Dewa Agni, Purohita Kerajaan Dewa. 

Membaca Veda, Bahagawad Gita akan menyirnakan kegelisahan, kepedihan, kehilangan, kesakitan dan berubah menjadi kebahagian, kedamaian, kemurnian dan akhirnya kesadaran. Umat Hindu memiliki keberuntungan mewarisi pengetahuan yang luas. Rahayu. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pernikahan Proses Penyucian Bukan Kenikmatan Material Semata

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif