Denpasar (Atnews) - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Sameton Krama Bali sareng sami dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan dan menyukseskan semua kebijakan dan program Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru.
Hal itu yang akan diwariskan dan didedikasikan untuk generasi Bali dimasa yang akan datang.
Ia mengapresiasi setinggi-tingginya atas seluruh inisiatif, partisipasi, dukungan, sinergi, kolaborasi, dan rasa militan masyarakat Bali melalui berbagai bentuk aktivitas untuk mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, yaitu: Bali yang kawista, Bali yang kang tata-titi tentram kertha raharja, Bali yang gemah ripah loh jinawi.
Ia pun mengajak Krama Bali agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik-saguluk, parasparo, salunglung sabayantaka, sarpana ya, se-ia sekata, seiring sejalan, bekerja sama dengan sama-sama bekerja, gotong-royong, pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua sebagaimana wejangan Yang Mulia Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia.
Demikian disampaikan ketika acara “Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali Peringatan Hari Jadi Ke-64 Provinsi Bali” di Denpasar, Minggu (14/8).
Kegiatan itu juga bertepatan pada Hari Pramuka ke-61 yang dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Wakil Ketua DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, Anggota DPD Dapil Bali Made Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode (2008-2018).
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diselenggarakan dengan membentuk dan memberlakukan 47 Produk Hukum penting dan strategis, terdiri atas 20 Peraturan Daerah dan 27 Peraturan Gubernur untuk menata secara fundamental dan komprehensif Pembangunan Bali.
Seluruh Produk Hukum dimaksud selain sebagai landasan hukum juga menjadi haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru.
Pencapaian Pembangunan Bali yang telah terwujud secara nyata dalam 4 tahun ini, mencakup keseluruhan 5 (lima) Bidang Prioritas, yaitu: penguatan dan pemajuan Desa Adat, tradisi, seni-budaya, serta kearifan lokal Bali ditandai dengan semakin semarak Krama Bali menyelenggarakan berbagai bentuk aktivitas Adat dan Budaya; meningkatnya penyediaan pangan yang berkualitas melalui pertanian organik, menuju Bali Pulau Organik; semakin membaiknya kualitas layanan dan jaminan kesehatan; meningkatnya akses dan mutu pendidikan; peningkatan kompetensi dan pelindungan tenaga kerja, terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI) Krama Bali; penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat; keberpihakan secara kuat dan konsisten pada penggunaan produk lokal Bali; dan bergerak menuju Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.
Pencapaian Pembangunan Bali Era Baru juga mencakup perbaikan kualitas ekosistem alam, yaitu: pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai; pengelolaan sampah berbasis sumber; pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut; dan pelestarian tanaman lokal Bali sebagai Taman Gumi Banten, Puspa Dewata, Usada, dan Penghijauan.
Berbagai kebijakan dan program yang ramah lingkungan ini, berdampak pada penuruan emisi karbon, bergerak menuju Net Zero Emission, sejalan dengan perkembangan kehendak dunia global.
Pencapaian Bali Era Baru diperkuat dengan pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegerasi, yakni: Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; Shortcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Segitiga Sanur-Sampalan-Bias Munjul; Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali; Bendungan Sidan dan Tamblang; Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi; dan pengembangan pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub.
Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, telah dijadikan acuan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dalam menyusun Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: “Hijau, Tangguh, Sejahtera”, yang diluncurkan secara resmi oleh Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo, pada hari Jumat (Sukra Pon, Medangsia), 3 Desember 2021.
Penguatan Bali Era Baru, juga telah dilaksanakan dengan memberlakukan Tata-Titi Kehidupan Krama Bali berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, dengan menyelenggarakan peringatan Rahina Tumpek secara Niskala dan Sakala. Tata-Titi Kehidupan Krama Bali diselenggarakan sebagai upaya serius internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai laku hidup sehari-hari Nak Bali yang berkarakter dan berjati diri, sekaligus benteng ketahanan budaya dalam menghadapi arus deras dinamika perubahan zaman dalam skala lokal, nasional, dan global, serta intervensi budaya asing.
Koster mengaku merasakan Bali Era Baru telah nyata terwujud. Ketika dirinya melihat ibu-ibu dengan sukacita memanfaatkan produk lokal Bali; anak-anak sekolah dengan sukaria berbusana adat Bali; begitu juga generasi milineal Bali semakin menggandrungi produk kreatif digital branding Bali; petani Bali secara antusias mengembangkan pertanian organik; petani arak telah nyaman-aman berproduksi dan berjualan; petani garam di pesisir Bali telah mendapat kepastian pasar; nelayan Bali penuh kesadaran menjaga kelestarian laut; seniman dan perajin Bali mulai mencipta dan memproduksi karya inovatif berkarakter Bali yang semakin meningkat kualitasnya; Krama Bali sangat bergairah menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali; seluruh pegawai, guru, pelaku usaha pariwisata, dan pegawai swasta dengan bangga memakai busana endek Bali; serta perangkat Desa/Kelurahan dan Prajuru Desa Adat dengan penuh semangat merayakan Rahina Tumpek.
Dikatakan pula, pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, sejak pertama kali muncul di Bali pada tanggal 10 Maret 2020, telah dapat dikelola dengan sangat baik. Pandemi COVID-19 di Bali terus menurun dan sudah stabil, ditandai dengan menurunnya kasus baru, tingginya tingkat kesembuhan, menurunnya pasien yang dirawat di Rumah Sakit, dan tingkat kematian mendekati nol.
Pencapaian yang sangat baik ini merupakan keberhasilan membangun kekebalan tubuh masyarakat melalui vaksinasi yang sudah sangat tinggi, yaitu vaksinasi ke-1 mencapai 105%, vaksinasi ke-2 mencapai 97%, dan vaksinasi ke-3 (booster) sudah mencapai 78%. Provinsi Bali masuk kategori terbaik dalam penanganan Pandemi COVID-19, tercepat dalam pencapaian vaksinasi, dengan vaksinasi booster tertinggi di Indonesia.
Atas pencapaian yang sangat baik ini, selaku Gubernur, dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua unsur Satgas Penanganan COVID-19 yang telah bekerja keras secara bersama-sama, kepada pengelola Layanan Kesehatan dan para tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa lelah dan penuh resiko, berdedikasi kemanusiaan dalam menangani pasien COVID-19. (Z/IMB/ART/001)