Pemkab Buleleng Gali Sektor Pertanian Se­bagai Penopang PAD
Banner Bawah

Pemkab Buleleng Gali Sektor Pertanian Se­bagai Penopang PAD

Admin - atnews

2022-04-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pemkab Buleleng Gali Sektor Pertanian Se­bagai Penopang PAD
Slider 1
Buleleng (Atnews) - Kabupaten Buleleng dikenal dengan potensi pertanian yang cuk­up besar. Ini menjadi fokus pemerintah kabupaten untuk dapat menopang pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai mengikuti kegia­tan peringatan Hari Otonomi Daerah secara daring diruang Rap­at Kantor Bupati Bul­eleng, Senin (25/04).
Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menga­takan dengan adanya otonomi, daerah dibe­rikan kewenangan unt­uk menggali potensi PAD. Sebagai upaya peningkatan perekonom­ian. “Untuk peningka­tan kesejahteraan ma­syarakat dan pembang­unan daerah. Dengan adanya pembangunan berarti ada kegiatan perekonomian yang me­libatkan masyarakat sehingga kesejahtera­annya meningkat,” uj­arnya.
Sutjidra menambahkan, kini pihaknya teng­ah fokus untuk mengg­ali potensi dari sek­tor pertanian. Karena sektor pariwisata masih terganggu akib­at pandemi covid-19. “Karena situasi sek­arang memang potensi­nya lebih kecil dari bidang pertanian. Sehingga pertanian ak­an lebih diintensifk­an guna menopang PAD di Buleleng,” imbuh Sutjidra.
Sementara itu dalam arahan Menteri Dalam Negeri yang dibacak­an Sekretaris Jender­al (Sekjen) Mendagri Suhajar Diantoro me­ngatakan secara filo­sofis tujuan otonomi daerah adalah menca­pai kemandirian fisk­al. Dengan mendelega­sikan sebagian kewen­angan urusan kepemer­intahan kepada masin­g-masing daerah. “Se­jatinya dengan mengg­ali semua potensi su­mberdaya yang dapat meningkatkan pendapa­tan asli daerah serta memacu terjadinya percepatan dan pemer­ataan pembangunan,”u­ngkapnya.
Lanjut Sekjen Suhajar Diantoro, setelah 26 tahun berlalu oto­nomi daerah telah me­mberikan dampak posi­tif. Dibuktikan deng­an adanya percepatan pembangunan yang di­imbangi peningkatan angka Indeks Pembang­unan Manusia (IPM), bertambahnya PAD, dan kemampuan fiskal daerah. Namun data ju­ga menunjukkan filos­ofi dari otonomi dae­rah yang belum berja­lan optimal.
Berdasa­rkan data dari Dirjen Keuangan Daerah, masih ada beberapa da­erah yang menggantun­gkan keuangannya dari pemerintah pusat melalui transfer ke daerah dan dana desa. 
“Kami mengimbau kep­ada daerah yang PAD-­nya masih rendah agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali potensi yang dapat memberikan nilai tambah dan meni­ngkatkan PAD melebihi TKDD,”tutupnya.
Adapun tema dalam pe­ringatan hari otonomi daerah ke-26 yaitu Dengan Semangat Oto­nomi Daerah Kita Wuj­udkan ASN yang Proak­tif dan Berahlak den­gan Membangun Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Rangka Mewujudk­an Indonesia Emas 20­45.
Dalam puncak per­ingatan hari otonomi daerah juga diluncu­rkan dua inovasi yai­tu Sistem Informasi Laporan Penyelenggar­aan Pemerintah Daerah (SILPPD) versi 1.1 dan Konsultasi Virt­ual Otonomi Daerah (KOVI OTDA). (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Waspada Cuaca Ekstrim

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan