Banner Bawah

Bupati Karangasem Dana Panen Kapas

Admin - atnews

2022-04-12
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bupati Karangasem Dana Panen Kapas
Slider 1

Karangasem (Atnews) - Bupati Karangasem  melaksanakan panen  raya kapas  bersama para  petani di Dusun Tegallanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang, Selasa 12 April 2022. Dari panen raya ketiga di awal bulan apri ini, sebanyak 20 kg  kapas jenis kanesia, 20 kg berhasil dikumpulkan Bupati bersama para petani Kapas KWT Merta Sari Bulakan. 
Panen Raya yng  ini telah berlangsung 3 kali, diantaranya pada pertengahan Maet, Akhir Maret dan Awal April. Kapas yang dipanen merupakan jenis bibit kapas Kanesia 20 yang 4 bulan lalu ditanam Pemkab Karangasem bersama-sama pada demplot kapas dari luasan total yang ditanami sebanyak 15 Ha yang dilaksanakan oleh 3 kelompok tani.
Usai memanen Kapas, Bupati Karangasem juga menyempatkan diri menyapa petani serta pengepul kapas dalam  acara temu kemitraan di Wantilan Pura Manik Kembar, Dusun Tegallanglangan. “Gerakan panen secara bersama tadi dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen saya pada pengembangan kapas yang perlu dikawal sampai bisa mewujudkan Karangasem sebagai sentralnya kapas di Bali dalam rangka menyediakan kebutuhan akan benang upacara dan benang tenun,” ujar Bupati Dana. 
Selanjutnya Bupati Dana akan tetap mendorong pengembangan kapas di wilayah Dusun Tegallanglangan, agar nantinya kapas bisa dikembangkan secara mandiri dan betul-betul bisa meningkatkan pendapatan petani dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Bupati Dana di tahun 2022 yaitu mengembangkan 100 Ha lagi yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem. Bentuk kegiatannya adalah berupa pengembangan kawasan, dengan fasilitasi bantuan berupa sarana produksi secara lengkap dari benih, pupuk, pengendali OPT, serta sarana pendukung lainnya. 
Kedepannya penanganan pasca panen akan diperbaiki, pengolahan kapas menjadi benang tukelan dan benang untuk industri tenun, tetap akan menjadi prioritas untuk difasilitasi dan dikembangkan. Oleh karena itu, Ia meminta kepada OPD Pengampu yaitu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan yang mempunyai tugas dan fungsi tersebut, jangan bosan-bosan untuk melayani petani. 
“Saya minta supaya terus berinovasi, terus bekerja keras, terus memberikan dampingan kepada petani, sehingga petani kapas tetap semangat untuk berproduksi dan bisa meningkat kesejahteraannya”, ujar Bupati Dana sembari meminta Petani kapas supaya tetap melakukan cara budidaya kapas yang baik, karena menurutnya jika dilakukan dengan iklas dan semangat, niscaya hasil yang baik akan didapatkan oleh Para Petani Kapas.
Terkait temu kemitraan yang digelar usai panen raya, Bupati Dana juga menyebutkan sengaja menghadirkan Pengepul, Pemintal dan Penenun adalah untuk menjamin kesejahteraan Petani Kapas. Produksi kapas yang dihasilkan petani haruslah mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk meningkatan pendapatan petani.  
Kapas yang petani hasilkan harus laku terjual dengan harga pasar yang pantas. Jangan sampai ada riak atau keluhan petani yang menanam kapas, hasilnya tidak laku bahkan tidak dapat dijual. Disinilah peran Pemerintah harus dapat hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. 
“Saya minta partisipasinya untuk bisa membeli kapas asli Karangasem dengan harga yang pantas dengan prinsip saling menguntungkan. Ayolah mulai mencintai produksi daerah sendiri, semuanya bisa dikomunikasikan untuk mendapatkan mitra bisnis yang sesuai, “Jele melah nyama Karangasem,” imbuhnya.
Dalam temu kemitraan ini juga dilaksanakan  penandatanganan beberapa MoU antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dengan Tim Peneliti Roguing Tanaman Kapas dan Balitas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang. Kemudian antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Pemkab Karangasem dengan Pengawas Benih Tanaman dari UPTD Balai Perbenihan Pengawasan, Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. MoU selanjutnya juga ditandatangani oleh Pengepul Kapas dengan Kelompok Tani, Pengepul Kapas dengan Pemintal Benang  Tukelan dan Kelompok Tani Merta Sari Bulakan dengan Pemilik Tenun Karya Sari Warna Alam Tenun Kain Bebali. (YON/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sm@rtDesa Solusi Digitalisasi Pedesaan

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng