Banner Bawah

Beberapa Catatan tentang Rencana Candi Prambanan menjadi Pusat Peribadatan Umat Hindu Sedunia

Admin - atnews

2022-02-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Beberapa Catatan tentang Rencana Candi Prambanan menjadi Pusat Peribadatan Umat Hindu Sedunia
Slider 1

Oleh Jro Gde Sudibya 
Dalam catatan sejarah pembangunan candi ini, visi pemimpin yang membangunnya, candi ini tidak dimaksudkan untuk tujuan yang maha luas itu. Ini berarti, rencana di atas memberikan " beban "kesejarahan di luar kapasitas kepemimpinan yang membangunnya. Akibatnya, akan mudah melahirkan bias kesejarahan akan peran sang tokoh pendiri, yang bisa melahirlan "kekacauan" sejarah.
Upaya pemerintah di atas  sangat patut diapresiasi, yang melahirkan citra keluar, bagaimana toleransi, penghargaan terhadap kelompok minoritas (istilah yang tidak dikenal dalam terminologi Bapak Pendiri Bangsa ), terjadi, dalam realitas politik  yang sarat dengan nuansa SARA dan prasangka yang menyertainya.
Dan prasangka SARA ini, dijadikan instrumen dalam kompetisi kekuasaan. Kompetisi kekuasaan yang dinilai oleh sementara pihak, dilandasi bawah sadar ketakutan kehilangan kekuasaan dan atau kehilangan kesempatan berkuasa. Sehingga kompetisi kekuasaan menjadi begitu keras, nyaris antara hidup dan mati. Kompetisi tanpa akal sehat, menghalalkan semua cara dan nir etika.
Timbul pertanyaan kritis, karena Borobudur dan juga Prambanan telah dikenal mendunia, pengambilan kebijakan di atas diletakkan dalam komteks  turistik,  menjadikan keduanya sebagai time mover untuk menggerakan kembali industri pariwisata nasional secara lebih cepat. Karena disadari, pertumbuhan industri pariwisata yang  cepat merupakan cara tercepat dan termurah untuk economic rebound pasca 2 tahun ekonomi terpuruk akibat pandemi.
Dari ulasan singkat di atas, semestinya umat Hindu dan Budha memberikan respons sewajarnya, tanpa antusiasme berlebihan, di samping terus mengasah diri untuk melihat diri ke dalam, melalui Tapa, Brata, Yoga, Samadhi, Dharana, Dhyana, Samadi, penumbuhan kesadaran Sat Chit Ananda, yang kemudian mampu melahirkan viveka, kecerdasan  holistik yang tercerahkan, dalam menapaki strategi, tipu daya,  pencerahan palsu di dunia yang maya ini.
*) Jro Gde Sudibya, ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Sebut Akulturasi Budaya Bali dan Tiongkok Sudah Turun Temurun

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng