Denpasar (Atnews) - Festival Budaya Pecut II, berintikan acara peresmian Sasana Pecut Badeng Bali bertempat di Puri Putra Pemecutan Badung, Renon, Denpasar, Minggu (19/12).
Sasana Pecut Badeng Bali adalah klub olahraga dan seni permainan pecut khas Bali, wadah bagi para penghobi permainan pecut atau komunitas pecut, untuk belajar pecut dan mengembangkan berbagai potensi terkait permainan pecut seperti mengembangkan seni tarung pecut tradsional.
AA Ngurah Putra Darmanuraga, sebagai Ketua sasana, setelah membuka acara festival Budaya Pecut II, langsung meresmikan Sasana secara simbolis dengan membuka kain selubung papan nama Sasana Pecut Badeng Bali sekaligus menyampaikan harapan semoga Sasana bisa menciptakan insan-insan yang berprestasi baik dalam skala loKal, nasional maupun internasional.
Prosesi peresmian dihadiri oleh para undangan, seperti tokoh tokoh masyarakat Desa Renon, tokoh dari Puri Anom Tabanan, A A Ngurah Panji Astika, Tokoh dari Puri Tanjung Sari Pemecutan, Ide Anglurah Tanjung Sari, AA Ngurah Agung dari Puri Grenceng, para pengurus Sasana Pecut Badeng dan para undangan lainnya, sedikitnya telah hadir 30 orang sebagai saksi peristiwa penting ini.
Bersamaan acara peresmian, dilakukan juga launching produk apparel baru yaitu apparel Whip, berupa produk perdana kaos hitam pola yang berlogo whip (pecut), diharapkan ke depan menjadi unit bisnis clothing yang sukses seperti usaha apparel Nike dan Adidas.
Bisnis apparel diharapkan menjadi tulang punggung pendanaan atau sponsorship Sasana. Puncak acara adalah demo performansi permainan pecut yang dilakukan anak-anak muda binaan Sasana, baik dalam permainan pecut tunggal maupun free style serta demo kekuatan pecut oleh Master Pecut, Bapak Alamsyah. Anak anak yang tampil dalam demo ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti lomba atau ajang pecut internasional yang berpusat di Amerika Serikat pada bulan januari 2022.
Di penghujung acara, dilakukan pemberian anugrah Pudak Mekar Prize kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam pelestarian tradisi Bali terutama dalam permainan pecut dan pembuatan pecut yaitu kepada Kolonel Inf Made Alit Yudana dan Alamsyah.
AA Ngurah Nitya Santhiarsa, sebagai salah satu inisiator dan juga pengurus Sasana menyampaikan beberapa program jangka pendek maupun jangka panjang dari Sasana, diantaranya adalah pembuatan film untuk lomba pecut internasional yang rencana berlokasi di Pura Yeh Kuning, Buahan, Batur, mengembangkan seni tarung pecut tradisional, menjalin kerjasama dengan klub atau komunitas pecut lainnya baik di tingkat nasional maupun internasional, mengembangkan bisnis apparel Whip dan sebagainya. "Semoga apa yang direncanakan dapat diwujudkan berkat anugrah dari Tuhan Yang Maha Kusa serta doarestu dan dukungan dari semua pihak," pungkasnya. (z/ART/001)