Merancang Kelahiran yang akan Datang Menurut Ajaran Veda
Banner Bawah

Merancang Kelahiran yang akan Datang Menurut Ajaran Veda

Artaya - atnews

2021-12-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Merancang Kelahiran yang akan Datang Menurut Ajaran Veda
Slider 1
Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
Om swastyastu.
Om Om sujud pada kaki padmaMu Om Shang Hyang Suwung. Memohon restu dan ampunan agar selalu di jalan dharma. Om Siddhirastuh Asthu Tad Asthu Swaha.
Sejak lahir, kemudian remaja dan akhirnya dewasa (brahmacari) dan menikah (grihastin), mengasingkan diri (wanaprastha) sesorang hidup dengan tekun. Ada yang tekun dalam mempelajari Weda dan melaksanakan hukum hukumnya sampai kepada pemahaman tentang ajaran Weda yang sempurna (Barahmanajnane). Ada yang tekun dalam mempelajari upaya upaya agar menjadi orang sukses, termasyur, memerintah dan hebat (ksatriyajanane). Ada yang tekun memperlajari cara mengumpulkan harta kekayaan, emas dan aset aset berharga lainnya (Waisyajnane). Ada yang tekun dalam upaya membantu kelompok lainnya, tidak mempelajari pengetahuan suci dan terus menerus dalam kehidupan yang rendah (sudrajnane). Hasil akhir (karpahala) dari semua kelompok ini akan diterima dikemudian hari ketika ajal tiba (Yamadanda).
Namun hanya sedikit manusia yang tekun mempelajari “sangkan paraning dumadi” sumber kehidupan sejati dan pengetahuan yang sempurna tentang Atma (Atmajnane). 
Manusia disibukkan oleh ilmu materi yang mengenyangkan badan fisiknya. Manusia sangat pelit meluangkan waktu untuk mempelajari kepastian tentang dirinya agar memahami sang diri sejati (Atman dan Jiwatman). 
Upaya untuk mencari harta kekayaan, kemasyuran hasilnya tidak pasti. Tetapi kematian adalah hal pasti. 
Orang lebih suka belajar ilmu ekonomi dan bisnis, ilmu pemerintahan, ilmu manajemen dan lainnya agar hidup makmur dan berkuasa (lahir, sekala, prawerthi). Tetapi manusia kurang belajar bagaimana menghadapi kematian dan merancang kelahiran kembali (batin, niskala, nirwrethi)
Dalam ajaran Weda semua hal dapat ditemukan. Orang orang yang tidak mempejari Weda atau belajar bukan dari sumber sumber weda pasti akan mengalami kesesatan (atheis, nastika, carwaka). Pengetahuan yang tidak bersumber dari Weda akan musnah dengan sendirinya.
Rsi Manu telah menjelaskan kepada Bhagawan Breghu mengenai hukum hukum Weda yang utama. Bhagawan Breghu kemudian menjelaskan kepada umat manusia. 
Puncak dari rahasia pengetahuan Weda adalah pengetahaun tentang Atma. Seseorang yang telah mengetahui dengan sempurna pengetahuan tentang Atma (Atmajanane, Atmashakti, Atmabalam) akan mencapai kehidupan yang abadi (moksha) yang lain akan lahir kembali. 
"Karena itu menurut ajaran Weda seseorang dapat merancang kelahirannya yang akan datang. Orang Hindu dapat merancang kelahirannya yang akan datang"
Ada tiga karma yang mendominasi yang disebebakan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan yaitu karma satwa, karma rajas dan karma tamah. 
(1) Orang orang yang berkarma satwa kelak akan lahir menjadi orang yang tekun dalam mempelajari Weda, arif bijaksana, melakukan tapa, berata, yoga, samadi dan terus menerus mengendalikan indera inderanya. 
(2) Orang orang yang berkarma rajas kelak akan lahir menjadi orang orang yang terus berusaha mengumpulkan kekuasaan, mengupulkan harta kekayaan, kemasyuran, belajar kedigdayaan dan kanuragan, berani berperang dan mengumpulkan alat alat perang, binatang binatang buas singa, harimau dan lainnya. 
(3) Orang orang yang berkarma tamah kelak akan lahir menjadi orang orang atheis, bodoh, candala, nista, burung pemakan bangkai, cacing, cecak dan pohon serta rumput rumputan.

Meracang Kelahiran.
Sebaiknya sejak lahir, anak anak, remaja, dewasa, tua dan menjelang ajal orang terus belajar bagaimana menghadapi kematian dan merancang kelahirannya. Orang orang belajar tentang hidup namun tidak belajar tentang mati. Padahal hidup dan mati tidak dapt dipisahkan. Hidup dan mati adalah kejadian yang mutlak dan abadi.
(1) Bila menghedaki kelak lahir kembali menjadi orang yang baik, arif bijaksana dan menjadi solusi kehidupan bagi semua makluk, bersifatlah satwa saat kehidupan ini agar memiliki karmawasana satwa. 
(2) Bila menghendaki kelak lahir kembali menjadi orang yang berkuasa, memerintah, memiliki kemasyuran, berwibawa, bersifatlah rajas dalam kehidupan ini agar memliki karmawasana rajas. 
(3) Bila kelak tidak terhindarkan lahir menjadi orang yang nista, candala, menjadi burung pemakan bangkai, binatang peliharaan yang buas, binatang binatang melata, binatang kanibal, carnivora, reruputan dan pohon, tanpa sadar seseorang telah kembangkan sifat sifat tamah akibatnya kelak memiliki karmawasana tamas.
Ada dua jenis kelahiran setelah menikmati karma baik atau buruk setelah kematiannya yaitu kelahiran yang berasal dari surga yang disebut swargasuta dan kelahiran yang berasal dari neraka yang disebut nerakasuta. Kedua jenis kelahiran ini tentunya swargasuta lebih bagus. Namun tempatnya bisa berubah bila dalam kehidupannya kelak tekun mempejari Weda dan melaksanakan hukum hukumnya.
Demikian disebutkan dalam ajaran Weda. 
Semoga semua makluk berbahagia.
Om santih santih santih Om. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Sebut Akulturasi Budaya Bali dan Tiongkok Sudah Turun Temurun

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan