Banner Bawah

Tumpek Wariga dalam Konteks Pembangunan Pertanian

Artaya - atnews

2021-10-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tumpek Wariga dalam Konteks Pembangunan Pertanian
Slider 1

Oleh  Dr. Ir. Gede Sedana, M. SC. MMA
Setiap 210 hari atau enam bulan perhitungan kalender Bali, yaitu tepatnya hari Sabtu Kliwon Wuku Wariga merupakan hari suci bagi umat Hindu Bali, khususnya para petani untuk melakukan kegiatan ritual yang ditujukan pada tanaman atau pohon. 
Pada saat pemujaan, para petani membuat sesajen yang dipersembahkan atau diyadnyakan kepada Tuhan sebagai Dewa Sangkara sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan. 
Dikaitkan dengan pembangunan pertanian, pemujaan kepada Tuhan tersebut merupakan kegiatan ritual memiliki hubungan erat dengan lingkungan, terutama  dalam memelihara dan mengembangkan serta melestarikan tumbuhan/pohon. Secara sederhana doa yang dipanjatkan adalah agar produksi tanaman/pohon semakin meningkat dan memiliki kualitas yang baik. 
Kondisi ini dapat dimaknai dari arti pertanian itu sendiri sebagai suatu proses produksi pertumbuhan tanaman dan hewan oleh petani di atas lahan usahatani, dimana peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui perbaikan proses produksi yang mencakup teknologi budidaya pertanian yang baik dan benar atau good agricultural practices. Teknologi pertanian yang senantiasa berubah merupakan salah satu syarat pokok di dalam membangun pertanian selain transportasi, pasar, insentif dan ketersediaan teknologi secara lokal. 
Para petani perlu semakin diperkuat kapasitasnya di dalam penguasaan teknologi pertanian dan pascapanen seperti pengolahan, penyimpanan, pengemasan dan pemasaran. 
Tumpek wariga merupakan bagian dari local wisdom di Bali yang perlu terus dimaknai secara praktis dalam mengimplementasikan pembangunan pertanian yang dilaksanakan oleh petani. Tentunya, penyelenggaraan kegiatan usahatani memerlukan dukungan kuat dari pemerintah, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya guna mewujudkan pertanian yang semakin tangguh dan berdaya saing.
*) Dr. Ir. Gede Sedana, M. SC. MMA, Rektor Dwijendra University, Ketua Perhepi Bali, Ketua HKTI Buleleng

Baca Artikel Menarik Lainnya : Jajaran Polda Bali Hadiri Mediasi Pakudui Kawan dengan Pakudui Kangin

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng