Gianyar (Atnews) — Rumah Layanan Kesehatan Bakti Sehat Totok Punggung UAR resmi dibuka di Peken Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (24/9/2026). Peresmian ini dirangkaikan dengan kegiatan pelayanan kesehatan gratis berbasis terapi tradisional totok punggung bagi masyarakat umum.
Inisiatif ini hadir sebagai bentuk pelayanan kesehatan alami sekaligus memperkenalkan metode totok punggung yang kini mulai dilirik oleh praktisi medis modern sebagai bagian dari konsep medical wellness.
Dokter umum yang mengintegrasikan ilmunya dengan terapi ini, dr. I Gusti Ngurah Bayu Darma Putra, S.Ked., CH., menjelaskan bahwa dunia medis saat ini tidak hanya berfokus pada pengobatan konvensional, tetapi juga mulai bergeser ke arah kolaborasi interdisipliner. Menurutnya, terapi totok punggung memiliki potensi besar untuk menunjang proses pemulihan pasien.
"Saya rasa di medis saat ini mulai bergeser ya, lebih ke arah integrasi. Jika biasanya medis konvensional identik dengan obat-obatan, sekarang mulai mengarah ke medical wellness. Totok punggung ini adalah terapi manual yang menggunakan tekanan, sentuhan, dan getaran khusus di area punggung untuk membantu proses pemulihan tubuh," ujar dr. Bayu.
Ia menegaskan bahwa terapi ini tidak bertujuan menggantikan pengobatan medis formal, melainkan melengkapinya agar metabolisme tubuh bekerja lebih optimal. Dengan bantuan stimulasi pada area punggung yang merupakan pusat akar saraf, fungsi organ tubuh dapat membaik sehingga dosis konsumsi obat-obatan kimia bertahap dapat dikurangi di bawah pengawasan.
"Analoginya seperti pabrik. Tubuh kita adalah pabriknya. Agar darah lancar dan badan rileks, proses pengolahan di dalam tubuh harus optimal. Secara Neuroscience, ketika saraf dan otot rileks, peradangan turun, sistem imun meningkat, dan peredaran darah menjadi lancar.
Jika biasanya pasien butuh 10 tablet obat baru berefek karena metabolismenya buruk, dengan dibantu totok punggung tubuh jadi lebih optimal, sehingga mungkin cukup 1–2 tablet saja obat sudah bekerja dengan baik," tambahnya.
Berbeda dengan pijat refleksi atau metode kretek, totok punggung berfokus menguraikan penumpukan lemak atau sumbatan di sekitar jaringan saraf punggung. dr. Bayu juga mengingatkan masyarakat agar memilih tempat terapi yang terstandar guna menghindari risiko cedera saraf akibat teknik yang salah, seperti penekanan menggunakan siku atau alat yang tidak sesuai SOP.
Sementara itu, The Nurturing Humanitarian sekaligus pengelola Bakti Sehat Totok Punggung UAR, Made Okadiputra Agharna, menyatakan bahwa tempat ini didirikan untuk memberikan ruang pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan konsisten memegang standar operasional terapi.
"Di Ubud ini kami sudah merintis sejak dua tahun lalu. Harapan kami launching Bakti Sehat hari ini menjadi cikal bakal berkembangnya rumah sehat terstandar yang tidak hanya memberikan pengobatan alami, tetapi juga memberdayakan para terapis agar nantinya bisa mandiri menjadi pemilik (owner) rumah sehat dan membuka lapangan kerja baru," jelas Made Okadiputra.
Saat ini, lembaga tersebut telah memiliki sekitar 50 terapis tersertifikasi yang tersebar di wilayah Bali hingga luar daerah, dengan target ekspansi ke seluruh Nusantara pada tahun 2027. Pasien yang ditangani pun mencakup berbagai penyakit kronis seperti stroke, hipertensi, gangguan jantung, hingga saraf kejepit. Layanan ini bahkan telah dimanfaatkan oleh wisatawan mancanegara asal Libanon, Australia, Pakistan, hingga Inggris.
Untuk menjaga keterjangkauan, Bakti Sehat mematok tarif bervariasi. Namun, pihak pengelola meluncurkan program sosial berupa Kartu Pasien Istimewa yang memberikan layanan terapi secara gratis bagi masyarakat kurang mampu.
"Bagi masyarakat atau keluarga yang sedang sakit tetapi terkendala biaya, jangan khawatir. Silakan datang dan ambil Kartu Pasien Istimewa di Bakti Sehat, mereka akan mendapatkan terapi secara gratis. Keberadaan kami di sini ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa kembali sehat," pungkasnya (Z/002)