PYS Diganti Prof. Suahasil, Menteri Keuangan yang Melawan Arus
Banner Bawah

PYS Diganti Prof. Suahasil, Menteri Keuangan yang Melawan Arus

Admin 2 - atnews

2026-09-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - PYS Diganti Prof. Suahasil, Menteri Keuangan yang Melawan Arus
Menter Keuangan Prof. Suahasil Nazara (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Ekonomi Jro Gde Sudibya yang juga Pengamat Ekonomi menilai mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (PYS) menghindari konflik langsung dengan Presiden.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Prof. Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 14 September 2026. 

Acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Suahasil dikenal Ekonom, Akademisi, dan Teknokrat yang menempuh pendidikan S1: Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1994), S2: Master of Science (M.Sc.) di Cornell University, Amerika Serikat (1997) dan S3: Doctor/Ph.D. di bidang Ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (2003).

"Bahasa terukur untuk menghindarkan konflik langsung dengan Presiden, PYS  mengatakan, jika proyek makan bergizi gratis (MBG-red) sarat masalah, maka anggaran negara tidak akan dicairkan. Signal perlawanan halus terhadap kebijakan Presiden," kata Sudibya di Denpasar (21/9).

Pada prinsipnya menolak utang proyek kereta cepat Jakarta - Bandung menjadi tanggungan APBN, karena proyek ini sarat masalah dengan dugaan moral hazard, tetapi kemudian terpaksa menyetujui karena perintah Presiden.

Menurutnya, APBN dalam kondisi cekak, defisit terus membesar dengan bayang-bayang krisis fiscal, keuntungan BUMN Rp.120 T semestinya menurut PYS masuk penerimaan APBN bukan dipergunakan oleh Danantara. 

Ternyata Presiden memutuskan keuntungan BUMN ini masuk ke kas Danantara bukan masuk ke Kas Negara.

Krisis fiscal terbayang di depan mata, penerimaan Cukai dan Pajak mesti digenjot melalui mutasi besar-besaran di Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Pajak karena besarnya moral hazard di kedua lembaga ini, dan memangkas "mafia" di lembaga ini, tetapi PYS kalah dalam "percaturan" politik dan "biaya" yang bersangkutan terpental sebagai Menkeu.

Pemimpin melawan arus "terpental" dari Kemenkeu, Kemenkeu kembali bekerja rutin, -business as usual-, "all President' man" senang, "selamat datang" krisis fiscal, dengan dasa muka bentuknya: defisit APBN terus membesar, utang pemerintah semakin membesar dengan bunga semakin tinggi, tekanan inflasi menaik yang mencekik para pelaku usaha dan juga masyarakat, suku bunga naik, yang menunda investasi para pelaku ekonomi, para developer menengah dan kecil menjerit karena produknya tidak laku karena naiknya suku bunga angsuran dan setoran uang muka, dan jutaan nasabah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang batal dan tertunda pembelian rumahnya. 

Ke semuanya ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja.

Lanskap elite politik Indonesia ke depan mendapat pasokan baru PYS (the main against the stream) pemimpin melawan arus, rasanya sangat diperlukan bagi negeri ini yang banyak mengalami kemacetan (stuck) pada seluruh sisi kehidupan. (Z/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Laksanakan Fungsi Pengawasan Tim Wasrik Post Audit Itjenad Kunjungi Kodam IX/Udayana

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau