Banner Bawah

Bharata Nama Asli India, Sutarya : Termuat dalam Teks Indonesia Kuno seperti Kakawin Bharatayudha

Admin - atnews

2023-09-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bharata Nama Asli India, Sutarya : Termuat dalam Teks Indonesia Kuno seperti Kakawin Bharatayudha
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Akademisi Dr Gede Sutarya menyambut baik kabar beredarnya perubahan nama "India" menjadi "Bharat".

Bahkan dalam undangan yang dikirimkan kepada peserta G20, Presiden India Droupadi Murmu disebut sebagai “Presiden Bharat” dan bukan “Presiden India”.

Namun negara yang berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa ini secara resmi dikenal dengan dua nama yaitu India dan Bharat. 

"Ya sudah saatnya, India membangun dirinya berdasarkan kebudayaannya. Bharata adalah nama asli India yang dikenal oleh leluhur kita di Indonesia," kata Sutarya di Denpasar, Kamis (7/9).

Ia menjelaskan, nama lengkapnya Bharatawarsa sesuai teks-teks kuno di Indonesia. "India harus bangga dengan nama itu sebab pada nama simbol-simbol kejayaan India melekat," imbuhnya. 

Dalam teks-teks Indonesia kuno seperti Kakawin Bharatayudha, Kidung Dyah Tantri telah menyebutkan nama Bharatawarsa.

Bahkan nama tersebut berkaitan erat dengan nama Nusantara yang merupakan nama kuno Indonesia yang asli.

"Ya nama itu berkaitan dengan nama Nusantara yang merupakan nama kuno Indonesia yang asli," imbuhnya. 

Hubungan Indonesia dan India adalah hubungan keluarga dari zaman kuno. Pemimpin Indonesia di masa lalu adalah satu keluarga dengan pemimpin Bharata.

"Seperti misalnya keluarga warma yang berkuasa di Kalimantan, Jawa, dan Sumatra juga Bali adalah satu keluarga dengan dinasti-dinasti Chola dan Pandya di India," bebernya. 

Hubungan keluarga itu terbangun kembali pasca kemerdekaan setelah dipecah belah penjajahan. 

Dijelaskan pula, Soekarno dan Patnaik misalnya membangun hubungan keluarga. Mata uang Indomesia dan India adalah sama yaitu Rupee yang dieja Rupiah di Indonesia, dan dieja Rupi di India.

"Idiologi negara Indonesia yang melindungi kebhinekaan sama dengan Idiologi India yang melindungi kebhinekaan sebagai implimemtasi dari kebijakan kuno yang menjadi akar kebudayaan Indomesia dan India yaitu Vasudewakutumbhakam bahwa kita adalah saudara," ujarnya. 

India memiliki kebanggan masa lalu sebagai pusat peradaban dunia. India memiliki tokoh-tokoh besar seperti Aryabhata dan sebagainya yang merupakan guru-guru besar setara Aristoteles dan seterusnya. 

Kebanggaan ini dihidupkan sekarang dengan nama Bharata. Indonesia juga harus membangun kebanggaannya sebagai penghasil mahakarya besar Borobudur dan Prambanan. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : BPS Rilis Penurunan Desa Tertinggal

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu