Perkenalkan aku Ariyanti biasa di panggil Yanti, umurku saat ini 32 tahun dengan Agamaku Hindu dan asal kelahiranku yaitu kota Mataram tepatnya dipulau lombok namun kini aku telah menikah dengan orang bali maka dari itu aku menetap di bali. Dalam cerpen ini aku akan menceritakan bagaimana perkenalanku dengan sahabatku yang bernama Ratih seorang sahabat sekaligus saudara bagiku yang selalu mengerti dan selalu ada untukku.
Dan inilah sepenggal kisahku dengannya yang dimana untuk pertama kali aku mengenalnya hingga menjadi sahabat terbaik.
Kalian pasti penasarankan dengan ceritaku ini?? Bagaimana ceritanya??
yuks.. kalian baca cerpen ini!!
Aku sangat berharap semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi untuk kalian agar bisa memahami pentingnya arti sebuah persahabatan.
* * * * * * *
Hari sabtu iyalah hari dimana masa orientasi siswa(Mos) berakhir, setelah lima hari melaksanan Mos dan akhirnya berakhir di hari sabtu, maka itulah semua kegiatan Mos diakhiri saat itulah aku merasa senang karena telah terbebaskan dari kegiatan-kegiatan yang menurutku cukup menguras tenaga. Bagaimana tidak menguras tenaga karena selama Mos berlangsung aku harus membawa barang- barang yang susah di cari bahkan aku harus mendengarkan omelan-omelan dari kakak seniorku yang menyuruhku melakukan ini, melakukan itu yang pastinya sangat menyebalkan bagiku,tapi semua itu sudah berakhir dan aku sudah bebas dari kegiatan yang menyebalkan dan seiring dengan itu aku juga sudah resmi menjadi anak SMP tepatnya kelas Vll ipa2 dan setelah Mos diakhiri
kemudian temen-temen kelasku pun keluar dari kelas untuk beristirahat sementara aku melangkah ke kantin untuk mengisi perutku yang kosong namun saat melewati lapangan sekolah tanpa sengaja aku melihat ada cewek yang duduk seorang diri di bawah pohon mangga karena rasa penasaranku akhirnya aku menghampirinya:
“Hai... (sapaku)
“ Hai juga..(jawabnya)
“ boleh kenalan gak?? (tanyaku)
“Boleh kok! (sahutnya)
“ Nama kamu siapa?? (tanyaku)
“Aku Ratih,Kalau kamu?? (jawabnya)
" Aku Ariyanti tapi panggil saja yanti. (ucapku)
"Oke! (jawabnya)
“ Oh,iya.. kamu kelas berapa?? (tanyaku)
“Aku kelas Vlll ips3, kalau kamu kelas berapa??
" Oohh... kakel dong..hehe kalau aku kelas Vll ipa2.Kok kakel gak masuk kelas malah kakel duduk disini sih? (tanyaku)
"Aahh...kamu bisa aja udah gak usah panggil aku kakel panggil aja Ratih. Aku ada pelajaran agama jadi biasanya kalau ada pelajaran agama belajarnya gantian sama kelas lain, kamu sendiri kok gak masuk kelas?? (jawabnya)
"iya iya Ratih..hehe, oohh gitu,, aku baru aja selesai Mos tadinya sih mau kekantin gak tahunya lihat ada cewek duduk sendiri disini jadi aku samperin aja...hehe. (ucapku)
ohh, gitu iya?? (sahutnya singkat)
Setelah itu banyak obrolan yang aku dengan nya obrolkan bahkan kita tertawa bersama hingga membuat aku menjadi lupa pergi ke kantin, dan semakin lama mengobrol dengannya membuat aku bisa langsung akrab denganny karena sifatnya yang menurutku ramah dan baik hati meski sedikit jahil terbukti saat mengobrol dengannya ia selalu menjahili aku dengan kata-katanya yang membuat jengkel, dan setelah beberapa jam mengobrol aku pun menyudahi obrolan dengannya.
"eehh... ngomong- ngomong lama juga kita ngobrolnya sampai aku lupa mau ke kantin...hehehe. iya udah Ratih nanti lain kali kita ngobrol lagi iya..hehe (ucapku)
" oohh iya udah aku juga mau ke kelas. (sahutnya) “iya udah bye!(ucapku)
“Bye! (jawabnya)
Dan dari itulah aku menjadi semakin sering bertemu dengannya bahkan kita sudah mulai akrab dan sudah saling mengenal satu sama lain, aku sangat senang bisa berkenalan dengannya karena bagiku dia orang yang baik, penyabar dan paling terpenting setia kawan meskipun terkadang ia orangnya jahil tapi aku suka berteman dengannya.
Hingga tanpa terasa hari demi hari pun berlalu kini sudah sebulan aku berteman dengan Ratih, semakin lama kenal akhirnya aku dan Ratih memutuskan untuk menjalin persahabatan. Aku sangat senang bisa bersahabat dengannya karena yang aku lihat ia itu orang yang baik, priang, tegas, bertanggung jawab, tidak pernah menyusahkan orang lain walaupun ada masalah ia tak pernah menyerah untuk menghadapinya dan ia selalu perduli dengan teman-temannya, maka tak heranlah jika guru-guru menyayanginya.
Setelah menjadi sahabat hari-hari kami pun dilalui bersama mulai dari ngerjain tugas bareng, makan bareng, pulang sekolah bareng bahkan curhat-curhatan bareng. Bagiku sangat menyenangkan punya sahabat sepertinya yang selalu ada disaatku senang, sedih maupun terpuruk ia selalu ada untukku begitu sebaliknya aku tetap ada untuknya disaat ia memerlukanku. Dan Ketika Aku dengannya jam kosong tak ada pelajaran kami pun selalu menyempatkan diri ke taman belakang sekolah hanya sekedar nongkrong mencari hiburan sampai pada curhat-curhatan entah itu curhatin tentang pribadi masing-masing, curhatin teman, keluarga pokoknya segala yang menyangkut diri masing-masing, karena itulah aku jadi tahu semua tentang Ratih terutama guru yang sangat ia sayangi yaitu ibu Oni guru matematika dan ibu dedeh guru bahasa inggris yang selalu baik dengannya, bukan itu saja yang aku tahu tentangnya namun sikap keluarganya juga aku tahu bagaimana ia tak pernah di perlakukan baik oleh keluarganya meskipun begitu ia selalu tegar menghadapi semuanya dan tetap semangat meraih cita citanya.
Setahun kemudian aku naik kelas Vlll dengan kelas yang baru yaitu kelas Vlll ipa3, sementara Ratih telah lulus sekolah SMP melanjutkan sekolah SMA yang pastinya membuatku kesepian karena
sekolahnya yang beda hingga aku tak bisa selalu bertemu dengannya selain itu aku tak bisa lagi bercanda tawa dengannya di sekolah, meskipun begitu komunikasiku dengannya tetap lancar walau hanya melalui HP(Handphone) saja aku dapat mengetahui kabarnya dan saat mempunyai waktu luang ia selalu menyempatkan diri untuk menemuiku di sekolah. Begitulah persahabatan aku dengannya yang tetap terjalin baik meskipun beda sekolah dan aku menganggapnya bukan sekedar sahabat melainkan sebagai saudaraku sendiri.
*Singkat cerita*
Setelah beberapa tahun kemudian kami sudah pada lulus SMA dan menjalani kehidupan masing- masing yang dimana Ratih sudah mempunyai pekerjaan dengan bekerja sebagai karyawati di salah satu salon yang ada di sekitar rumahnya sementara aku sendiri memutuskan untuk menikah dengan cowok Bali yang sudah dijodohkan oleh kakaku, meskipun belum siap menerima perjodohan itu namun mau tak mau aku harus menerimanya dan setelah menikah aku menetap di Bali hingga tak pernah bertemu dengannya lagi. Seiring dengan itu cerita hidup kami pun telah berbeda walaupun tak pernah bertemu dengannya tapi komunikasi kami tetap lancar hanya dengan lewat Hp saja sama seperti SMP dulu kami masih bisa mengirim kabar, bertukar pikiran bahkan bisa bercanda tawa hanya sekedar melepas rindu yang tercurahkan melalui Hp, itulah yang dapat kami lakukan untuk tetap menjaga komunikasi karena jarak yang memisahkan hingga kami menjalani hidup dengan cerita yang berbeda. Namun ia tak pernah melewatkan kabar dariku sampai menikah aku selalu menceritakan kehidupanku padanya begitu juga sebaliknya ia selalu menceritakan kehidupannya padaku, karena itulah tak ada cerita yang tak di ketahui olehnya tentang diriku dan aku pun sama tak ada cerita yang tak aku tahu tentang dirinya. Dan yang sangat aku tahu yaitu kisah hidupnya yang rumit di awali dari ia semasa SMP kenal dengan seorang cowok yang bernama Gusti yang menjadi kekasihnya di SMP sampai lulus SMA ia masih mempertahankan hubungannya dengan cowok itu bahkan hubungannya tetap langgeng hingga mereka sudah memiliki pekerjaan masing-masing. Hubungan mereka pun lumayan lama jadi mereka merencanakan pernikahaan, namun kenyataan tak sesuai dengan apa yang di harapkan karena ternyata Gusti menghianatinya dan memilih menikah dengan cewek lain, dan kemudian saat ia mendengar kabar itu membuat hatinya hancur dan hidupnya pun menjadi tak karauan, meskipun begitu ia mencoba untuk tegar dengan lapang dada ia menerima kenyataan pahit.
Dan setelah Gusti menikah dengan cewek lain pilihannya tenyata hidupnya gak nyaman karena rasa bersalah sudah meninggalkan Ratih mulai menghampiri dirinya dan ia masih menyimpan perasaan padanya itulah sebabnya ia selalu memikirkannya, hingga suatu ketika ia memutuskan untuk
menemui Ratih untuk meminta balikan dengannya, namun permohonannya tak di terima dan karena rasa kecewa di tolak oleh Ratih akhirnya ia pun mencari guna-guna untuk membalas penolakan Ratih terhadapnya dengan membuat badannya itu menjadi lebam-lebam seperti orang yang habis di pukuli. Dari itulah banyak masalah yang datang menerpa hidup Ratih di mulai dari ia kenal dengan seorang cowok yang bernama Indra yang tak lain iyalah mantan dari sepupunya dan ia sudah menjalin pertemanan dengannya yang menjadi semangat hidupnya karena semenjak mengenalnya ia bisa melupakan Gusti, dengan sifat indra yang baik hati, perhatian dan selalu ada untuknya membuat ia merasakan kenyamanan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya dan indra juga selalu menyemangati dirinya disaat ia merasakan kesedihan.
Semakin lama mengenal akhirnya status mereka pun berganti dari teman biasa menjadi TTM (teman tapi mesra), semenjak itulah hari-hari mereka di lalui bersama dengan bercanda tawa bersama bahkan indra juga sering main kerumah Ratih hingga keluarga Ratih mengenal indra dengan baik dari itulah ia berharap kelak bisa berjodoh dengnnya. Namun harapan tak sesuai dengan kenyataan karena sifat indra yang sebenarnya mulai terlihat dari perkataannya yang memfitnah Ratih dan menjelek-menjelekannya di hadapan keluarganya yang membuat hubungan Ratih dengan keluarganya menjadi renggang bahkan membuat ia di benci oleh keluarganya sendiri hingga keluarganya tega mengusirnya. Ternyata kebaikan dan perhatian indra selama ini padanya hanya kepalsuan belaka karena itulah rasa kecewa kembali ia rasakan dan dengan luka di hati ia meninggalkan rumah dengan berkelana entah kemana. Dengan seorang diri ia menelurusi setiap jalanan yang sepi hingga akhirnya ia sampai di sebuah pasar dan disanalah tempatnya berteduh untuk sementara waktu sembari mencari pekerjaan agar ia dapat menyambung hidupnya di luar sana.
Sejak hari itulah hari demi hari di lewatinya seorang diri di pasar itu tanpa ada yang perduli dengannya bahkan ia rela menjadi buruh serabutan hanya untuk menyambung hidupnya sekedar membeli makan dan minum saja ia sudah bersyukur. Dan tanpa terasa sudah sebulan ia telah meninggalkan rumah dan masih berada di pasar meski hatinya ingin pulang namun ia urungkan karena ia tahu keluarganya masih membencinya meskipun keluarganya bersifat kasar padanya namun ia tak pernah menyimpan dendam pada keluarganya justru ia mendoakan keluarganya yang terbaik. Dan entah mengapa saat ia duduk di emperan toko yang ada di sekitar pasar ia meratapi nasibnya yang malang, namun saat asyik melamun tiba-tiba saja Ayahnya menghampirinya dan mengajaknya untuk pulang kerumah, hingga tanpa berpikir lama akhirnya ia pun mau ikut pulang bersama Ayahnya. Setelah sampai dirumah bukannya sambutan hangat yang ia dapat karena sudah sebulan tak pulang kerumah justru sebaliknya yang ia dapat hanyalah masalah yang datang menghampiri dirinya karena sepupunya memfitnah dirinya dengan mengatakan bahwa dirinya telah
meminjam uang dua juta di Bank tapi belum di kembalikan, sepupunya mengatakan itu di depan orang tuanya namun kenyataan yang sebenarnya ia tak pernah meminjam uang di Bank seperti yang di tuduhkan oleh sepupunya itu, hingga orang tuanya pun marah padanya dan memintanya untuk mengembalikan uang yang dikatakan oleh sepupunya. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi lagi dari rumah dan kembali ke pasar yang dimana tempat ia berteduh itu sembari berusaha mencari cara untuk melunasi uang yang tak pernah ia pinjam hingga kerja serabutan pun ia kerjakan agar bisa mendapatkan uang. Dengan rasa lapar karena tak makan seharian membuatnya menjadi lemas dan sempoyongan meskipun begitu ia tetep bekerja dengan gigih demi masalahnya terselesaikan namun kondisi tubuhnya tak sama dengan kemauannya akhirnya ia merasa tak kuat lagi untuk melanjutkan pekerjaannya dan ia pun pingsan di tempat kerjanya. Setelah beberapa menit kemudian ia sadar dari pingsannya saat ia mulai membuka mata alangkah terkejutnya ia melihat seorang cowok yang tak ia kenal berada di sampingnya dan ia pun bertanya pada cowok itu.
“Kamu siapa?? (tanya Ratih)
“Aku Angga tadi aku lihat kamu pingsan di pasar makanya aku bawa kamu ke kelinik ini, kalau boleh tahu nama kamu siapa?? Dan kenapa kamu bisa pingsan di pasar?? (sahutnya)
“Aku Ratih tadi aku lagi kerja gak tahu kepala aku berat banget akhirnya aku pingsan deh,, makasih iya udah mau bawa aku kesini.(ucap Ratih)
“iya sama-sama, salam kenal iya Ratih..hehe. oh iya kamu udah makan belum?? (ucapnya) “eeemm.. aku belum makan dan aku gak laper!
“kok gitu sih?? Pantes kamu tadi pingsan karena belum makan iya?? (tanyanya)
“Eemm... iya mungkin! (jawab Ratih)
“kalau gitu kita makan sama-sama yuk, biar aku yang neraktir kamu gimana?? (sahutnya) “Gak usah, aku gak laper! (ucap Ratih)
“jangan bilang gak laper kasihan kondisi badan kamu semakin melemah dan dokter juga bilang tadi kamu itu kena magh karena telat makan jadi gak ada penolakan lagi buat gak makan! (Ucapnya)
“Eemmm...maaf iya aku ngerepotin soalnya aku lagi banyak masalah jadi gak nafsu makan. (sahut Ratih)
“kalau kamu ada masalah coba kamu cerita sama aku siapa tahu aku bisa bantu menyelesaikan masalahmu?? (jawabnya)
“Maaf aku gak enak buat nyeritainnya apa lagi aku baru kenal kamu! ( ucap Ratih)
“eemm...iya udah kalau kamu gak mau cerita iya gak apa-apa tapi kamu harus makan dulu iya biar kamu gak pingsan lagi..hehe (sahutnya)
“iya deh aku mau makan, makasih iya sebelumnya udah ngerepotin kamu.( jawab Ratih)
“udah gak apa-apa aku senang kok bantuin kamu. Iya udah kita cari tempat makan yuk, di dekat klinik ada warteg yang makanannya enak banget, ayo kita kesana, kamu bisa jalan kan?? (sahutnya)
“iii..ya.. aku bisa kok!(ucap Ratih)
“iya udah pelan pelan aku bantu kamu berdiri! (sahutnya) “iya makasih. (jawab Ratih)
Kemudian Mereka meninggalkan klinik dan menuju warteg yang ada di sekitar klinik itu, setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di warteg dan mereka duduk untuk memesan makanan setelah makanan datang mereka pun menyantapnya bersama. Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan dan sudah membayar makanan akhirnya mereka memilih untuk duduk di pinggiran toko di dekat pasar sembari mengobrol, dalam obrolan itu mereka mengobrolkan tentang diri mereka masing-masing diawali dengan Angga yang menceritakan tentang dirinya sebenarnya ia pernah menikah dengan seorang cewek bernama Sinta yang dimana temannya sewaktu SMA namun dari pernikahaannya itu belum di karuniai seorang anak dan setelah dua tahun menikah akhirnya ia memutuskan berpisah dengannya, setelah itu ia melanjutkan usaha bapaknya menjadi kontraktor toko karena bapaknya sakit-sakitan maka dari itu ialah yang melanjutkan usaha bapaknya bukan itu saja di ceritakan olehnya tetapi banyak hal tentang dirinya yang ia ceritakan pada Ratih. Begitu pun sebaliknya Ratih yang menceritakan tentang masalah yang di hadapi olehnya dengan panjang lebar ia menceritakan semuanya dan ia juga meminta bantuan pada Angga agar mau meminjamkan Hp untuknya agar ia bisa menelfon seorang temannya yang akan ia pinjami uang karena hpnya tak mempunyai pulsa. Akhirnya Angga pun merasa kasihan pada Ratih dan ia mau meminjamkan hpnya , setelah itu Ratih mencoba menelfon temannya yang tak lain temannya itu iyalah aku. Saat itu malam hari aku sedang menonton tv diruang tamu bersama suamiku tiba-tiba ada telfon masuk dengan nomor yang gak aku kenal dan aku pun mengangkat telfonnya.
“Hallo..
“iya Hallo.. ini siapa iya??
“Yanti, ini aku Ratih!
“ooohh...iya ampun Ratih, aku kirain siapa, kok kamu pakek nomor baru sih??
“Iya yanti, ini aku pinjam hp temen soalnya hp aku lobet. “ohh gitu... ada apa kok tumben kamu nelfon aku??
“eemm...gini yanti, aku mau minjam uang sama kamu, soalnya sepupuku fitnah aku katanya aku minjam uang di bank tapi belum di kembaliin padahal aku gak pernah minjam uang itu gara-gara hal itu orang tuaku jadi membenciku makanya aku mau minjam uang sama kamu, kira-kira kamu punya uang gak??
“eeemm...kok jahat banget sih sepupumu itu, emang kamu perlu uang berapa??
“itu dah aku gak tahu sampai dia fitnah aku, aku cuman butuh dua juta aja kira-kira ada gak??
“eeemm....kalau aku sih gak punya uang sebanyak itu tapi bentar aku tanyak suamiku siapa tahu dia bisa bantu!
“iya yanti,, aku sangat berharap sama kamu!
“tunggu dulu jangan di matiin telfonnya aku mau nanyak sama suamiku dulu!
*Setelah beberapa menit kemudian*
“ Halo..Ratih..
“iya gimana Yanti??
“kata suamiku dia ada kok punya uang segitu dan dia mau membantu kamu!
“yang bener yanti, suamimu mau membantu aku??
“iya Ratih,, iya udah mana rekeningnya biar di transfer langsung dari sini!!
“iya..iya.. bentar aku mau pinjam rekening temanku nanti aku sms rekeningnya. makasih iya yanti udah mau bantu aku dan aku janji akan cepat kembaliin uangnya.
“iya Ratih..sama-sama!
“udah dulu iya aku mau pinjam rekening temanku dulu, lagi bentar aku sms iya. “iya iya..
*tut,tut,tut.....tut..tutut.....
Sambungan telfon mati.
Kemudian aku melanjutkan nonton tv bersama suamiku sementara Ratih minta bantuan lagi pada Angga untuk meminjamkannya rekening setelah itu ia langsung mengirim rekeningnya padaku dan
suamiku saat itu langsung mentransfer jumlah uang yang diperlukan. Beberapa menit kemudian ia telah berada di tempat ATM terdekat dan ia pun menarik transferan, setelah itu Angga menghantarkannya pulang kerumah karena mau bertemu dengan sepupunya untuk mengembalikan uang yang tak pernah ia pinjam.
Dan beberapa menit kemudian Ratih sampai dirumahnya dan ia pun menghampiri sepupunya yang tengah asyik mengobrol bersama orang tuanya, dengan rasa kesal ia melempar uang di hadapan sepupunya itu.
“ INI UANG YANG KAMU MAU KAN!!
KAMU BILANG AKU PINJAM UANG DI BANK?!
TAPI KENYATAANNYA AKU GAK PERNAH MEMINJAM UANG ITU!!
AKU TAHU KEBUSUKAN KAMU SELAMA INI!!
JANGAN PIKIR AKU DIAM SELAMA INI KARENA AKU TAKUT SAMA KAMU!!
JUSTRU AKU DIAM KARENA GAK MAU CAPEK NGELADENIN ORANG KAYAK KAMU!! AKU GAK MAU PUNYA SEPUPU YANG HATINYA BUSUK!!
MULAI SEKARANG AKU ANGGAP KAMU BUKAN SEPUPUKU LAGI!!
SEKARANG KAMU AMBIL UANG INI, DAN PERGI DARI SINI!!
Dengan raut emosi dan menahan malu akhirnya sepupunya itu pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun sementara orang tuanya yang sudah tahu kebenarannya akhirnya mereka meminta maaf pada Ratih karena mereka telah bersikap kasar padanya dan mereka menyesal telah mempercayai sepupunya yang jahat. Setelah saling memaaf maafkan kemudian Angga pun memperkenalkan diri kehadapan orang tua Ratih dan ia menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Ratih hingga orang tuanya mengucapkan terimakasih karena ia sudah mau membantu Ratih.
Setelah itu Angga pamit pulang sebelum pulang tak lupa ia meminta nomor hp Ratih agar bisa saling komunikasi.
Dari itulah keakraban mereka terjalin hingga mereka memutuskan untuk menjalin persahabatan, dan dari itulah mereka jadi sering bertemu entah di luar rumah ataupun di taman kota hanya sekedar melepas rindu maupun jalan-jalan bareng bukan itu saja bahkan Ratih sudah mengenal orang tua Angga yang dimana ibunya bernama ibu Santi ia pemilik toko baju kebaya yang ada di pasar sementara bapaknya bernama Ardana seorang kontraktor toko namun karena ia saat itu masih sakit-sakitan dan ia hanya mempunyai satu putra yaitu Angga jadi ialah yang melanjutkan
pekerjaannya. Sementara itu Ratih juga sering datang ke toko milik ibu Santi untuk sekedar membeli baju ke baya ataupun bertemu dengannya dan mereka sudah sangat dekat bahkan ibu Santi sudah menganggap Ratih seperti anak kandungnya sendiri, itulah sebabnya ibu Santi sangat mendukung jikalau Ratih dan Angga bisa menjadi sepasang kekasih.
Dan lima bulan kemudian akhirnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih bahkan hubungan mereka pun telah diketahui oleh orang tua masing-masing dan orang tua mereka telah merestui hubungan mereka terutama ibu Santi merasa bahagia dan ia berharap Ratih bisa menjadi menantunya. Setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih hari-hari mereka pun terasa bahagia di warnai canda tawa bersama seakan dunia hanya milik mereka berdua, dan mereka juga tak canggung memperlihatkan kemesraan mereka yang di awali dengan panggilan “sayang” yang mereka ucapkan masing-masing membuat hubungan mereka semakin langgeng.
#Singkat Cerita#
beberapa tahun kemudian mereka akan merencanakan pernikahan dan orang tua mereka sudah merestui keputusan mereka untuk menikah. Dan sebelum pernikahan itu dilaksanakan hari-hari mereka jalani seperti biasanya dimana Ratih tetap pergi bekerja dan Angga juga tetap menjalani usaha Bapaknya meskipun mereka sibuk tapi komunikasi tetap lancar bahkan ia semakin perhatian pada Ratih. Namun seminggu kemudian sifat Angga mulai berubah dari sifatnya selalu perhatian berubah jadi cuek dan awalnya sering ngabarin jadi jarang ngabarin, hal itulah yang membuat Ratih curiga tidak seperti Angga yang dulu ia kenal hingga ia merasa semakin jauh darinya. Dan saat Ratih pergi ke mini market tanpa sengaja ia melihat Angga sedang jalan berdua dengan seorang cewek yang tak lain iyalah mantan istrinya dengan merasa kecewa ia menghampiri Angga dan memutuskan hubungan dengannya. Ternyata selama ini sifatnya berubah karena mantan istrinya itu,dan ia lebih memilih balik lagi dengan mantan istrinya disitulah Ratih merasa kecewa dan merasa lelah dengan hidupnya seakan semua kenangan yang sudah terukir dengannya menjadi butiran debu yang tak berharga dan pernikahan yang ia mimpikan selalu saja gagal sampai akhirnya ia pun menyerah dengan kenyataan hidup yang dihadapinya.
Dan berselang beberapa bulan kemudian kembali ia berkenalan dengan cowok bernama paijo yang berasal dari jawa namun ia tinggal di Bali dan ia bekerja sebagai buruh serabutan. Awal perkenalan mereka yaitu lewat media sosial facebook, setelah beberapa lama mereka kenal akhirnya mereka bertemu di lombok karena paijo saat itu sedang ada pekerjaan di lombok maka dari itulah mereka bisa saling bertemu, dan setelah itu mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
Setahun mereka menjadi sepasang kekasih akhirnya mereka sepakat untuk menikah sirih, setelah mereka resmi menikah dan Ratih pun ikut bersama paijo tinggal di Bali hingga ia rela meninggalkan pekerjaannya menjadi karyawan salon itu, meskipun ada pertentangan dari keluarga Ratih karena paijo dengannya berbeda keyakinan yang dianut namun ia tetap menetapkan hatinya untuk ikut menganut keyakinan yang dianut oleh paijo hingga ia pun menerima untuk nikah sirih. Dan di bali mereka tinggal di sebuah kosan yang ada di badung, awal menikah terlihat baik-baik saja walaupun ekonominya sulit bahkan beberapa hari tidak makan namun ia tetap bahagia menerimanya, tapi ketika ia mulai hamil muda disitulah masalah mulai menghampirinya yang membuat komunikasi aku dengannya menjadi renggang dan aku hanya bisa mengetahui kabarnya dari media sosial saja selain itu aku tak pernah berkomunikasi langsung dengannya. Hingga suatu ketika aku melihat sebuah foto yang terlihat seperti ada syukuran atau hajatan yang di unggah dalam akun facebook milik suaminya, dari foto itu timbul pikiranku jika ia sedang menggelar sebuah hajatan untuk anaknya yang akan lahir, mungkin ia sudah bahagia dan tak memerlukan sahabat atau keluarga seperti diriku. Namun apa yang aku pikirkan tak sesuai dengan kenyataannya karena ternyata foto itu bukanlah sebuah hajatan tapi itu iyalah sebuah tahlilan untuk memperingati meninggalnya Ratih sahabatku, betapa sangat terpukulnya dan hancurnya hatiku ketika mengetahui ia sahabat sekaligus saudara bagiku telah tiada hingga rasa penyesalan datang menghampiriku “MENGAPA KAU SECEPAT INI MENINGGALKANKU RATIH...!!!
AKU TAK SANGGUP MENERIMA KENYATAAN INI..!!
IYA TUHAN MENGAPA KAU MENGAMBIL SAHABATKU BEGITU CEPAT..!!!
kini hanya kenangan manis dan suka duka yang ditinggalkannya untukku, bagiku ia adalah sosok yang tak ternilai sebagai teman, kakak, sahabat sekaligus saudara yang sangat memotivasi diriku, semoga kau berbahagia ditempat kau berada disana beristirahatlah dengan tenang...
Biarlah aku melewati hari-hari di dunia ini dengan penuh kerinduan untukmu sahabatku..
Aku berharap di kehidupan yang akan datang kita bisa bertemu dengan cerita hidup yang berbeda.
❖ “~Ratih My best friend forever”~